Tips Berwisata bagi Penderita Alergi dan Asma di Masa Transisi PSBB

Selama masa Transisi Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBB), mungkin ada pekerjaan atau kebutuhan yang mengharuskan Anda pergi ke luar kota. Bagi penderita asma dan alergi, perlu mempersiapkan secara matang saat bepergian ke luar rumah, terutama di musim pancaroba.

Sebelumnya, mari kita lihat hubungan antara musim pancaroba dan alergi asma.

Musim pancaroba bisa memicu alergi dan asma

perjalanan aman bagi penderita alergi

Musim pancaroba membuat cuaca sulit diprediksi. Kadang panas sekali, tapi sebentar lagi hujan turun banyak. Perlu dipahami bahwa musim pancaroba bisa memicu kambuhnya alergi dan asma pada penderitanya. Penting bagi para penderita asma dan alergi untuk berhati-hati saat keluar kota pada musim yang tidak menentu. Apa hubungannya?

Perubahan cuaca tentunya terkait dengan perubahan suhu, dari panas menjadi dingin atau sebaliknya. Perubahan suhu efek mendadak pada saluran udara orang dengan alergi dan asma.

Dalam kondisi cuaca panas atau hujan, tanpa disadari, polutan beterbangan dan masuk ke saluran pernapasan. Mulai dari serbuk sari, jamur, debu, dan lainnya. Karena ukurannya yang sangat kecil, polutan ini dapat masuk ke dalam tubuh melalui sistem pernapasan. Mulanya polutan yang terperangkap di dalam lendir ditemukan di hidung.

Lendir ini berfungsi menahan zat asing agar tidak masuk ke paru-paru. Ketika polutan ini mengendap dan mulai mengiritasi serta meradang di saluran pernapasan, lendir mengental dan menyebabkan batuk. Peradangan juga menyebabkan gejala alergi yang bisa disertai asma.

IKLAN

Untuk lebih waspada, kenali dulu gejala asma dan alergi di bawah ini:

Alergi

  • Bersin, pilek, dan hidung gatal (rinitis alergi)
  • Mata merah dan berair
  • Mengi, dada sesak, kesulitan bernapas, dan batuk
  • Merah, mata gatal
  • Tidak enak badan, mual, muntah, sakit perut, diare
  • Kulit kering, merah, pecah-pecah

Asma

  • Sesak nafas atau sesak nafas
  • Sesak atau nyeri dada
  • Mengi atau terdengar saat menghembuskan napas
  • Kesulitan tidur karena batuk
  • Batuk bertambah parah jika mengalami masalah pernapasan, seperti batuk pilek atau flu

Gejala di atas bisa muncul secara tidak terduga saat bepergian ke luar rumah. Apalagi jika yang muncul adalah gejala batuk pasti sangat mengganggu aktivitas Anda. Tidak hanya itu, Musim pancaroba juga bisa memicu gangguan pernapasan seperti pilek dan flu, dengan batuk sebagai gejala yang umum.

Jangan biarkan batuk terus-menerus mengganggu aktivitas Anda. Agar perjalanan berjalan lancar, ketahui tips perjalanan aman bagi penderita asma dan alergi.

Tips aman bepergian untuk penderita asma dan alergi

Meski gejala asma dan alergi bisa saja kambuh, ada cara yang pasti aman untuk bepergian. Jangan biarkan gejala batuk yang menyertainya juga mengganggu aktivitas saat ke luar kota. Berikut tips yang bisa Anda lakukan agar jalan-jalan ke luar kota lebih nyaman dan bebas batuk terus-menerus.

1. Siapkan obat-obatan

ibuprofen sirup obat batuk untuk anak-anak

Agar perjalanan tetap aman bagi penderita asma dan alergi, usahakan untuk selalu memberikan obat asma dan alergi Anda. Selain itu, siapkan juga obat batuk khusus untuk menguranginya batuk kering yang timbul dari asma dan alergi.

Ketika alergi terjadi, tubuh melepaskan senyawa H1 atau histamin 1 yang membuat sistem kekebalan bereaksi berlebihan terhadap iritan dan terjadi reaksi alergi. Gejalanya meliputi batuk dan bahkan asma. Agar batuk bisa cepat reda dan tidak bertambah parah, cobalah minum obat batuk mengandung Dextromethorphan Hbr dan Diphenhydramine HCL.

Dekstrometorfan Hbr adalah penekan yang dapat meredakan gejala batuk dan meredakan tenggorokan yang meradang. Sedangkan berdasarkan StatsPearl Publishing, Diphenhydramine HCL bekerja sebagai antihistamin untuk meredakan reaksi alergi.

Obat batuk ini membantu membuat perjalanan Anda lebih nyaman dan tidak terlalu mengganggu.

2. Jangan terlalu lelah

perjalanan aman bagi penderita alergi

Jangan lupa untuk istirahat yang cukup selama perjalanan. Pasalnya, terlalu lelah bisa menyebabkan reaksi asma. Saat asma terjadi, gejala batuk dapat mengganggu jadwal aktivitas Anda. Agar perjalanan lancar, istirahatlah yang cukup.

Paling tidak, Anda harus cukup waktu tidur 8 jam setiap malam. Saat tidur, Anda mengistirahatkan tubuh dan meningkatkan kerja sistem imun dalam mencegah infeksi, terutama yang berkaitan dengan sistem pernapasan di musim pancaroba.

3. Konsultasi dengan dokter

dermatolog. dermatolog

Jika sudah minum obat, tapi kondisi alergi dan asma tidak kunjung membaik dengan batuk, segera konsultasi ke dokter di klinik atau rumah sakit terdekat. Beritahu dokter tentang keluhannya dan sudah berapa lama Anda mengalami kondisi ini.

Dokter akan merekomendasikan pengobatan dan pengobatan yang tepat karena menyesuaikan dengan keluhan Anda. Jangan lupa ikuti anjuran dokter termasuk istirahat yang cukup agar kondisinya bisa membaik. Dengan begitu, Anda tetap bisa bepergian dengan tenang meski memiliki alergi dan asma.

4. Cari tahu rumah sakit terdekat

perjalanan aman bagi penderita alergi

Anda mungkin saja berpindah dari satu lokasi ke lokasi lain. Ingat, agar perjalanan tetap nyaman dan aman bagi penderita alergi dan asma, selalu perhatikan rumah sakit terdekat dari tempat yang Anda kunjungi.

Meski sudah menyiapkan obat, tetap perlu diperhatikan di mana rumah sakit terdekat. Jika batuk karena alergi atau asma mulai memburuk, Anda sudah tahu harus ke rumah sakit mana.

Ingatlah selalu keempat poin di atas, agar perjalanan Anda berjalan lancar. Semoga sehat selalu!

Postingan Tips Perjalanan Alergi dan Penderita Asma di Masa Transisi PSBB muncul pertama kali di Hello Sehat.