Sindrom Steven Johnson, Gejala, Penyebab dan Pengobatannya

Volume Air Aki, Jangan Sampai Kurang Karena Akibatnya Cukup Serius

Sindrom Steven Johnson, Gejala, Penyebab dan Pengobatannya

Mendengar nama penyakit Steven Johnson mungkin banyak yang masih awam dan tidak mengetahuinya. Sindrom Steven Johnson bukanlah nama orang terkenal yang menderita suatu penyakit, melainkan jenis penyakit yang sangat langka.

Penyakit yang ditandai dengan kulit mengelupas atau melepuh sangat jarang ditemukan di Indonesia. Penanganan penyakit ini juga membutuhkan tindakan medis yang segera. Karena jika terlambat bisa berkembang menjadi resiko kematian yang kronis.

Meski kasus penyakit ini jarang terjadi, tidak ada salahnya mengetahui masalah kesehatan yang satu ini. Baik mengenai gejala yang ada maupun cara menanganinya.

Penyakit Steven Johnson juga dikenal sebagai sindrom Stevens Johnson (SJS) atau sindrom Stevens Johnson. Menurut Wikipedia, kelainan ini dalam dunia medis disebut toxic epidermal necrolysis (TEN).

SJS adalah jenis penyakit kulit yang terjadi karena infeksi atau alergi. Komunitas medis memandang sindrom ini sebagai hipersensitivitas kompleks yang terjadi pada kulit dan selaput lendir.

Sindrom ini menyerang sel kulit yang dapat menyebabkan sel kulit mati. Sel kulit mati ini kemudian akan mengelupas di berbagai tubuh sehingga terlihat sedikit menakutkan bagi yang melihatnya.

Penyebab Penyakit Steven Johnson

Penyakit Steven Johnson merupakan kelainan kronis yang ditandai dengan terganggunya selaput lendir dan kulit. Penyakit ini jarang terjadi. Bahkan dari satu juta orang, hanya satu atau dua orang yang menderita penyakit ini setiap tahun.

Baca juga: Penyebab dan Gejala Irritable Bowel Syndrome yang Wajib Anda Ketahui

Seperti ulasan sebelumnya, penyebab sindrom Steven Johnson belum bisa diketahui secara pasti. Namun, ada sejumlah faktor yang dapat memicu dan meningkatkan risiko terjadinya gangguan kulit ini.

Secara garis besar ada dua faktor yang dapat menyebabkan sindrom Steven Johnson, yaitu karena reaksi dari penggunaan narkoba dan karena faktor infeksi. Berikut ulasan lengkapnya.

Faktor Penggunaan Narkoba

Penggunaan atau penggunaan obat-obatan tertentu dapat menimbulkan reaksi terhadap sel kulit tubuh. Reaksi obat ini bisa muncul pada hari pertama hingga dua minggu berikutnya. Berikut jenis-jenis obat yang bisa memicu penyakit Steven Johnson.

  • Antibiotik, seperti misalnya Penisilin
  • Pereda nyeri, seperti Ibuprofen, Acetaminophen, naproxen sodium dan lainnya.
  • Obat antipsikotik dan antikonvulsan yang biasa digunakan untuk mengobati penyakit mental dan kejang.
  • Obat anti asam urat, seperti Allopurinol.

Itulah berbagai jenis obat yang dapat meningkatkan risiko terserang sindrom Steven Johnson. Karena itu sangat penting berhati-hati sebelum minum obat. Jika perlu, konsultasikan dulu ke dokter.

Faktor Infeksi

Selain menggunakan obat-obatan tertentu, sindrom Steven Johnson juga bisa diakibatkan oleh infeksi. Berikut beberapa infeksi bakteri atau virus yang dapat meningkatkan risiko dan penyebab penyakit Steven Johnson.

  • Hepatitis A
  • HIV
  • Radang paru-paru
  • Virus herpes zoster atau simpleks

Selain penggunaan obat-obatan tertentu atau akibat infeksi, sindrom Steven Johnson juga bisa disebabkan oleh faktor imun yang lemah atau yang sedang menderita lupus atau karena faktor genetik atau keturunan.

Baca juga: Gusi bengkak nanah? Segera Atasi Cara Ini Sebelum Terlambat!

Jika ada anggota keluarga yang memiliki riwayat sindrom Steven Johnson, maka Anda memiliki risiko lebih besar untuk terserang penyakit ini.

Komplikasi Penyakit Steven Johnson

Orang yang terindikasi mengidap Steven Johnson syndrome harus segera berobat ke rumah sakit terdekat untuk perawatan intensif. Jangan sampai telat, yang bisa berujung pada komplikasi kronis bahkan kematian.

Jika penyakit Steven Johnson tidak ditangani dengan baik dan cepat berpotensi menimbulkan beberapa komplikasi. Berikut beberapa komplikasi yang bisa timbul dari penyakit yang sangat langka ini.

  1. Selulitis sekunder atau infeksi kulit. Komplikasi ini cukup berbahaya karena bisa berujung pada kematian.
  2. Kulit rusak secara permanen. Saat kulit terkelupas, tidak semua sel kulit bisa tumbuh yang baru. Ada beberapa jaringan kulit yang tidak bisa lagi utuh seperti dulu. Ini bisa membuat bekas luka.
  3. Rambut rontok. Penyakit langka ini bisa membuat rambut penderitanya mudah rontok.
  4. Pertumbuhan kuku kaki dan kuku menjadi tidak normal.
  5. Terjadinya gagal paru mengakibatkan kesulitan bernapas.
  6. Mata meradang. Kondisi ini bisa berkembang menjadi mata kering dan iritasi. Paling buruk, itu bisa menyebabkan kebutaan.

Cara Mencegah Penyakit Steven Johnson

Mencegah tentu jauh lebih baik daripada mengobati. Apalagi, sindrom Steven Johnson tidak bisa dianggap remeh. Gangguan ini ditandai dengan pengelupasan kulit yang disertai rasa gatal.

Baca juga: Kebiasaan menyimpan dompet di saku belakang bisa membahayakan kesehatan

Untuk menghindari penyakit Steven Johnson tidaklah sulit. Salah satunya dengan menghindari faktor atau penyebab pemicu. Berikut beberapa cara untuk mencegah penyakit ini.

  1. Lakukan tes turun-temurun sebelum mengonsumsi obat tertentu. Misalkan obat karbamzepin. Ini untuk melihat apakah Anda memiliki riwayat sindrom Steven Johnson atau tidak.
  2. Jika Anda memiliki riwayat penyakit langka ini, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi obat tertentu. Ini penting untuk mencegah sindrom Steven Johnson.
  3. Menghindari penggunaan obat-obatan yang memicu sindrom Steven Johnson kambuh. Apalagi jika Anda pernah menderita penyakit langka ini.

Cara Mengobati Penyakit Steven Johnson

Cara mengobati penyakit Steven Johnson hanya bisa dilakukan tindakan medis oleh dokter. Namun sebagai manusia tentunya Anda juga perlu mendukungnya dengan cara berdoa karena kesembuhan hanya terjadi karena Tuhan.

Saat Anda atau seseorang dalam keluarga Anda mengalami atau menderita penyakit Steven Johnson, Anda tidak perlu panik. Berikut beberapa langkah untuk mengatasi penyakit ini.

Langkah pertama adalah berhenti minum obat yang membuat seseorang alergi dan menderita sindrom Steven Johnson.

Baca juga: Awas! Pengguna Komputer Terancam Dengan Penyakit Ini

Setelah itu, pasien langsung dilarikan ke rumah sakit guna mendapatkan pengobatan yang tepat dan cepat serta perawatan intensif dari rumah sakit dan dokter. Umumnya dokter akan memberikan dua jenis obat, yaitu:

Obat Anti Alergi

Pemberian obat antihistamin atau antialergi untuk meredakan gejala penyakit langka ini.

Obat Kortikosteroid

Obat jenis ini berguna untuk mengontrol dan mencegah peradangan bila gejalanya menjadi kronis.

Selain pemberian obat, pengobatan penyakit Steven Johnson juga membutuhkan rehidrasi atau penggantian cairan tubuh dengan menggunakan cairan infus. Jika terdapat luka, sel kulit mati juga harus dibersihkan dan dibalut untuk mencegah terjadinya infeksi. (R11 / HR-Online)

Postingan Sindrom Penyakit, Gejala, Penyebab, dan Pengobatan Steven Johnson muncul pertama kali di Harapan Rakyat Online.