Penyebab Utama Sakit Maag dan Tips Mengatasinya

Banyak orang merasakan mulas setelah makan banyak. Ini biasanya disebabkan oleh naiknya asam lambung ke kerongkongan. Kondisi yang dikenal dengan acid reflux ini juga sering menyebabkan sendawa, perut kembung, serta mual dan muntah.

Namun, nyeri di usus juga bisa mengindikasikan gangguan pencernaan lain yang lebih serius. Berikut ulasan tentang penyebab, cara pengobatan, dan tips pencegahannya.

Mengapa mulas terasa sakit setelah makan?

obat mulas

Setelah dilumatkan di mulut, makanan akan bergerak melalui kerongkongan untuk dicerna di organ perut. Gerakan menelan ini menyebabkan esophageal sphincter (otot berbentuk cincin yang melapisi esophagus dan perut) terbuka.

Sfingter esofagus terus menutup selama tidak ada makanan dan cairan yang mengalir ke esofagus. Jika sfingter tidak menutup sepenuhnya, makanan dan asam lambung bisa naik, menyebabkan rasa terbakar di usus.

Rasa pedas ini berasal dari asam lambung yang merupakan asam kuat. Asam lambung yang meningkat juga sering menyebabkan ketidaknyamanan pada usus, nyeri dada, atau rasa asam dan pahit yang muncul di dasar kerongkongan atau mulut.

Berbagai sensasi tidak nyaman ini dikenal sebagai maag. Umumnya, maag Hal ini juga diperparah dengan kebiasaan makan hingga kenyang, minum alkohol, merokok, dan mengonsumsi makanan yang sangat pedas.

Akibatnya sakit di usus maag biasanya berlangsung beberapa menit dan dapat membaik setelah mengonsumsi obat antasid. Namun, konsultasikan ke dokter jika mengalaminya maag hingga dua kali seminggu atau merasakan gejalanya semakin parah.

Dokter dapat memberikan obat-obatan yang sesuai dengan kondisi Anda. Jika kondisi Anda tidak membaik, dokter Anda juga dapat menyarankan tes lebih lanjut untuk menemukan penyebabnya.

Berbagai penyebab nyeri di usus

Otilonium bromida spasmomen

Nyeri yang muncul sesekali di usus cukup normal. Namun, jika kondisi ini terjadi berulang kali atau Anda terus merasakannya meski belum selesai makan, ada baiknya Anda melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Nyeri yang dirasakan bisa menandakan adanya penyakit atau kelainan pada organ di sekitar area solar plexus, misalnya sebagai berikut.

1. Tukak lambung

Ulkus peptikum atau tukak lambung adalah pengikisan lapisan dalam lambung akibat pengaruh asam lambung. Penyakit ini juga dapat terjadi di bagian atas usus kecil dan terkadang bagian bawah kerongkongan yang berbatasan dengan lambung.

Penyebab utama sakit maag adalah infeksi bakteri H. pylori atau penggunaan obat tertentu secara berlebihan, terutama pereda nyeri. Infeksi dan konsumsi obat membuat lapisan lambung lebih mudah terkikis oleh asam, yang bisa membentuk luka.

Gejala tukak lambung yang paling umum adalah nyeri di usus. Gejala lainnya termasuk:

  • sakit perut,
  • mual dan muntah,
  • lebih mudah penuh,
  • perut kembung, dan
  • sering bersendawa.

Gejala tersebut cukup sering dialami oleh penderita penyakit refluks asam, namun tidak semua orang mengalaminya. Semakin parah luka yang terbentuk, semakin parah gejalanya akan muncul.

Rasa sakit dan gejala lainnya juga bisa bertambah parah saat perut kosong dan baru membaik setelah Anda makan. Pada kasus yang lebih parah, dapat terjadi perdarahan internal yang ditandai dengan:

  • tubuh lesu,
  • kulit pucat,
  • sulit untuk bernafas,
  • muntah disertai bercak darah, dan
  • munculnya darah di tinja.

Saat terjadi pendarahan, Anda mungkin mengeluarkan tinja berwarna hitam atau hitam atau muntah darah yang terlihat seperti kopi. Pendarahan dapat terjadi dari waktu ke waktu atau terjadi secara tiba-tiba, menyebabkan komplikasi yang mengancam jiwa.

2. Batu empedu

batu ginjal dan batu empedu

Batu empedu yang menyumbat saluran empedu bisa menyebabkan nyeri di usus. Ciri-ciri lainnya antara lain nafsu makan berkurang, mual dan muntah, perut kembung, demam, kulit menguning (ikterus), tinja berwarna tanah liat, dan nyeri di perut kanan.

Ada 2 jenis batu empedu yaitu sebagai berikut.

  • Batu kolesterol. Ini adalah jenis batu empedu yang paling umum. Warnanya kuning dan mengandung banyak kolesterol yang tidak dapat dicerna.
  • Batu pigmen. Batu ini berwarna coklat tua dan hitam. Warnanya berasal dari kadar bilirubin yang tinggi.

Dalam banyak kasus, penyakit batu empedu harus ditangani dengan pembedahan untuk mengangkat batu tersebut. Anda dapat mencegah batu empedu dengan menjaga berat badan yang sehat, mengurangi konsumsi lemak, dan meningkatkan konsumsi serat.

3. Radang esofagus (esophagitis)

Esofagitis adalah peradangan atau iritasi pada dinding bagian dalam kerongkongan. Peradangan ini bisa disebabkan oleh refluks asam, infeksi, iritasi akibat efek samping penggunaan obat tertentu, dan gangguan autoimun.

Gejala utama esofagitis adalah nyeri di usus yang bisa menjalar ke perut bagian kanan. Anda mungkin juga mengalami gejala yang mirip dengan penyakit refluks asam seperti kesulitan menelan, maag, dan rasa asam yang tidak normal di mulut

Selain itu, kondisi lain yang sering menjadi indikasi esofagitis adalah:

  • nyeri saat menelan,
  • nyeri di belakang tulang dada yang terjadi saat menelan makanan,
  • perangkap makanan di kerongkongan (impaksi makanan),
  • mulas, dan
  • peningkatan asam lambung ke mulut.

Jika tidak ditangani dengan baik, esofagitis bisa mengakibatkan pembentukan jaringan parut, atau perdarahan. Komplikasi lainnya adalah Kerongkongan Barrett, yaitu kondisi ketika sel-sel esofagus berubah menyerupai sel-sel usus karena terus-menerus teriritasi.

4. Radang lambung (gastritis)

gejala maag dan batu empedu

Gastritis seringkali disamakan dengan maag. Padahal, maag adalah istilah orang awam untuk menggambarkan kumpulan gejala gangguan pencernaan seperti:

  • sakit perut,
  • mual dan muntah,
  • maag,
  • maag,
  • perut kembung atau kembung, dan
  • mulut terasa asam.

Maag bukanlah penyakit, melainkan gejala yang menandakan penyakit tertentu, seperti maag. Sedangkan gastritis merupakan masalah pencernaan yang disebabkan oleh infeksi bakteri H. pylori, gangguan autoimun, atau abrasi dinding perut.

Pada kasus yang lebih parah, gastritis bisa menyebabkan pendarahan di perut. Gejalanya berupa muntah darah yang tampak seperti bubuk kopi dan feses berwarna hitam. Kondisi ini harus segera ditangani untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.

5. Pankreatitis

Pankreatitis adalah peradangan pankreas. Selain nyeri di usus, gejala lain yang muncul antara lain hilangnya nafsu makan, sakit perut, demam, detak jantung meningkat, serta tinja berminyak dan bau.

Gejala pankreatitis akut lainnya meliputi:

  • mual atau muntah,
  • diare,
  • gangguan pencernaan,
  • demam hingga 38 derajat Celcius atau lebih,
  • kulit, kuku, dan bagian putih mata juga tampak kuning
  • sakit atau bengkak di perut.

Dalam kasus yang paling parah, pankreatitis dapat menyebabkan perdarahan, syok, dan bisa berakibat fatal. Oleh karena itu, Anda harus segera memeriksakan diri ke dokter jika mengalami tanda-tanda penyakit ini.

6. Preeklamsia pada wanita hamil

Wanita hamil merupakan kelompok yang paling rentan mengalami mulas. Pasalnya, janin yang sedang tumbuh akan menekan bagian perut sehingga menimbulkan rasa nyeri. Selain itu, perubahan hormonal selama kehamilan juga dapat memengaruhi tingkat nyeri.

Namun, mulas yang terus-menerus bisa menjadi tanda preeklamsia. Preeklamsia adalah komplikasi kehamilan yang ditandai dengan tekanan darah tinggi.

Selain itu, berikut adalah tanda dan gejala preeklamsia lainnya.

  • Pembengkakan tiba-tiba pada wajah, kaki, tangan dan mata.
  • Tekanan darah menjadi sangat tinggi, yaitu lebih dari 140/90 mmHg.
  • Terjadi peningkatan berat badan dalam 1 atau 2 hari.
  • Nyeri di perut bagian atas.
  • Sakit kepala yang sangat parah.
  • Mual dan muntah.
  • Penglihatan kabur.
  • Penurunan frekuensi dan jumlah urin.
  • Terdapat protein dalam urin (hal ini diketahui setelah dilakukan tes urine).

Preeklamsia bisa berakibat fatal bagi ibu dan janin. Karena itu, Anda perlu pengawasan ketat dari dokter jika sudah terdiagnosis. Pemeriksaan seperti tes darah, tes urine, dan pemeriksaan tekanan darah diperlukan untuk mendapatkan diagnosis yang tepat.

Sakit maag bisa disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari makan terlalu banyak hingga penyakit pada sistem pencernaan. Secara umum, nyeri akibat kebiasaan makan bisa diredakan dengan memperbaiki kebiasaan yang salah.

Namun, segera periksakan ke dokter jika nyeri sering terjadi yang diikuti dengan berbagai gejala di atas, atau bahkan gejala lain yang tidak disebutkan. Kumpulan gejala yang Anda alami bisa jadi menunjukkan adanya masalah kesehatan yang harus segera diatasi.

Cara meredakan rasa panas atau nyeri pada usus

payudara gatal selama kehamilan

Pertama-tama, kenali dulu apa yang menyebabkan rasa sakit di usus Anda. Penanganan nyeri terkait kebiasaan makan tentunya berbeda dengan nyeri akibat penyakit pada sistem pencernaan.

Setelah itu, Anda bisa mengambil langkah-langkah berikut untuk mengatasi rasa sakit di kepala Anda.

1. Jangan berbaring setelah makan

Banyak dari kita mengalah pada rasa kantuk karena kenyang dan akhirnya memilih untuk berbaring setelah makan. Namun, Anda harus menunda keinginan ini, karena berbaring setelah makan bisa memperburuknya maag.

Jika Anda merasa ngantuk setelah makan, cobalah jalan-jalan, cuci piring, atau lakukan aktivitas lain selama 30 menit berikutnya. Waktu terbaik untuk berbaring agar perut tidak sakit adalah dua jam setelah makan.

2. Kenakan pakaian longgar

Sabuk atau pakaian lain yang terasa ketat dapat memberi tekanan pada perut, yang dapat memperburuk rasa terbakar di usus. Setelah makan, yang terbaik adalah melonggarkan pakaian ketat atau mengganti pakaian yang lebih longgar.

3. Hindari merokok, alkohol, atau kafein

tips berhenti merokok

Rokok, alkohol, dan kafein justru memperburuk keadaan maag. Ini karena ketiganya dapat melemahkan kinerja otot sfingter esofagus yang berfungsi mencegah asam lambung naik ke kerongkongan. Akibatnya, refluks asam lambung lebih mungkin terjadi.

4. Posisikan tubuh bagian atas lebih tinggi saat berbaring

Mengangkat tubuh bagian atas kurang lebih 10-15 cm sambil berbaring dapat mencegah dan mencegah asam lambung maag. Ini karena ketika tubuh bagian atas lebih tinggi, gravitasi mencegah isi perut naik kembali ke kerongkongan.

Tidur di atas bantal cekung yang dirancang khusus adalah pilihan efektif lainnya. Sebagian besar bantal yang dijual akan mengangkat kepala, bahu, dan dada Anda 30-45 derajat atau 15-20 cm untuk mencegah refluks.

Selain itu, Anda dapat menggunakan bantal ini dalam posisi miring atau tidur terlentang tanpa perlu khawatir akan memberi tekanan pada leher atau kepala Anda. Meski begitu, Anda tetap perlu berhati-hati jika menyangga tubuh dengan tumpukan bantal.

Pastikan tubuh Anda tidak membungkuk, karena membungkuk akan meningkatkan tekanan pada perut Anda. Ini sebenarnya bisa memperburuk rasa sakit di usus Anda dan sensasi terbakar di dada Anda.

5. Makan lebih sedikit makanan berlemak

mencerna makanan berlemak

Makanan berlemak bukanlah sesuatu yang buruk bagi tubuh. Nutrisi ini sebenarnya dibutuhkan sebagai cadangan energi dan untuk melindungi organ tubuh. Namun, orang yang sering mengalaminya maag harus membatasi asupan lemak mereka.

Konsumsi lemak yang berlebihan dapat memperparah nyeri, mulas, dan mulas. Tak hanya itu, pola makan tinggi kolesterol yang tidak diimbangi dengan konsumsi serat juga meningkatkan risiko pembentukan batu empedu.

6. Mengonsumsi narkoba

Ada berbagai jenis obat yang sebagai akibatnya efektif meredakan mulas maag. Berikut ini di antaranya.

  • Antasida. Juga dikenal sebagai obat refluks asam, antasida bekerja dengan menetralkan asam lambung berlebih. Obat ini bekerja dengan cepat, tetapi tidak dapat menyembuhkan kerongkongan atau perut yang cedera.
  • Antagonis reseptor H-2 (H2RA). H2RA bekerja dengan cara mengurangi produksi asam lambung. Efeknya tidak secepat antasida, tetapi bisa meredakan nyeri lebih lama.
  • Penghambat pompa proton (PPI). Obat PPI seperti lansoprazole dan omeprazole bekerja dengan mengurangi produksi asam lambung.

Obat-obatan di atas efektif untuk menguranginya maag cepat dan bisa dibeli tanpa resep dokter. Namun, jika obat-obatan di atas tidak berhasil atau terlalu sering digunakan, konsultasikan ke dokter.

Anda mungkin memiliki kondisi medis atau gangguan pencernaan yang perlu diperiksa lebih lanjut. Dokter Anda kemungkinan akan memesan sejumlah tes untuk mencari penyebab mulas Anda.

Jika penyebabnya terbukti penyakit seperti maag atau gangguan empedu, tentunya Anda membutuhkan penanganan yang berbeda. Perawatan untuk Anda akan disesuaikan dengan penyakit masing-masing.

Postingan Penyebab Utama Sakit Maag dan Tips Mengatasinya Muncul pertama kali di Hello Sehat.