Penyebab Penyakit, Gejala dan Pengobatan Addison

Yamaha FZ25 Avengers Edition Model Unik Ala The Avengers

Penyebab Penyakit, Gejala dan Pengobatan Addison

Penyebab penyakit Addison umumnya berkaitan dengan gangguan fungsi kelenjar adrenal. Penyakit Addison termasuk jenis langka yang tidak begitu populer. Namun mengetahui pemicu dan gejala penyakit Addison sangatlah penting terutama dalam mengetahui cara mengobatinya.

Penyakit Addison, menurut Wikipedia adalah kelainan yang terjadi karena kelenjar adrenal memproduksi atau memproduksi hormon steroid yang jauh lebih rendah dari biasanya. Akibatnya, tubuh kekurangan hormon jenis ini.

Jenis penyakit endokrin langka ini pertama kali ditemukan pada tahun 1855 oleh seorang dokter bernama Dr. Thomas Addison. Itu sebabnya kelainan ini mengambil nama dokter berkebangsaan Inggris ini.

Penurunan hormon steroid, terutama dari golongan kortisol dan aldosteron, bisa berbahaya bagi tubuh. Hormon kortisol memiliki fungsi penting dalam proses metabolisme, mengontrol kadar gula darah, mengurangi peradangan, dan meningkatkan kecerdasan otak.

Sedangkan hormon aldosteron berguna dalam menjaga kerja jantung, mengontrol tekanan darah, menjaga keseimbangan elektrolit tubuh, serta mengontrol kadar kalium dan natrium.

Penyakit Addison juga dikenal sebagai defisiensi adrenal kronis, hipokortisisme atau hipokortisolisme. Faktor penyebab penyakit Addison adalah kerusakan primer pada kelenjar adrenal atau suprarenal.

Penyakit Addison bisa menimpa semua orang, baik laki-laki atau perempuan atau orang dewasa atau anak-anak. Namun, sejauh ini penyakit ini justru menyerang wanita usia subur dan anak-anak.

Penyebab Penyakit Addison

Kelenjar adrenal atau yang juga populer dengan sebutan kelenjar suprarenal atau kelenjar ginjal anak adalah salah satu jenis kelenjar endokrin yang terletak diatas rongga ginjal. Kelenjar ini memiliki fungsi penting bagi tubuh.

Gangguan pada kelenjar endokrin dapat menyebabkan terganggunya kesehatan tubuh. Nah, berikut beberapa faktor penyebab penyakit Addison yang harus Anda ketahui.

Adanya perdarahan

Kelenjar adrenal terdiri dari dua bagian yaitu medula dan korteks. Korteks, yang merupakan lapisan luar kelenjar adrenal, mendominasi berat kelenjar ini dan menghasilkan hormon kortikosteroid.

Jika terjadi perdarahan di salah satu bagian ini, baik di medula atau korteks, dapat mengakibatkan produksi hormon berkurang. Kondisi ini bisa menyebabkan penyakit Addison.

Konsumsi Steroid

Penggunaan beberapa jenis obat, terutama yang mengandung steroid juga dapat menyebabkan penyakit ini. Apalagi jika konsumsi ini terus menerus akan menyebabkan produksi hormon menurun.

Mengambil obat ini pada tahap awal dapat merangsang kerja kelenjar endokrin untuk meningkatkan produksinya. Namun, jika konsumsi ini berlangsung lama justru dapat merusak medula dan korteks.

Faktor genetik

Penyebab penyakit Addison juga bisa genetik. Jika orang tua Anda pernah mengidap penyakit ini, risiko Anda terkena penyakit ini juga akan lebih besar.

Namun, untuk memastikan biasanya dokter akan memeriksa riwayat penyakit tersebut dari orang tua. Tidak setiap penyebab membuat kelainan ini bersifat genetik. Faktor keturunan umumnya terjadi bila penyakit ini disebabkan oleh kelainan autoimun.

Krisis Addisonian

Ini adalah kondisi yang terjadi karena faktor lain yang dapat memperparah penyakit. Seperti terjadinya cedera pada kelenjar adrenal, infeksi, atau stres akibat penyakit yang berkepanjangan.

Kondisi krisis ini juga bisa terjadi karena penyakit ini tidak mendapat penanganan segera. Penurunan hormon kortisol yang tidak diobati dapat menyebabkan penyakit Addison yang parah.

Beberapa gejala yang timbul dari krisis addisonian antara lain tekanan darah rendah, peningkatan kadar kalium, penurunan kadar natrium, diare dan muntah, nyeri pada kaki, perut dan punggung, serta kehilangan kesadaran.

Penyakit autoimun

Gangguan autoimun adalah salah satu penyebab paling umum dari penyakit Addison. Penyakit yang populer dengan sebutan polyglandular autoimun syndrome (APS) ini terjadi karena sistem kekebalan tubuh menyerang kelenjar adrenal.

APS adalah jenis penyakit autoimun yang bersifat genetik dan diturunkan ke anak-anak. Dalam hal ini sistem imun justru memandang korteks sebagai benda asing dan menyebabkan korteks sebagai lapisan terluar dari kelenjar adrenal mengalami kerusakan.

Ada banyak jenis penyakit autoimun yang bisa menyebabkan penyakit Addison. Seperti diabetes melitus tipe 1, sindrom Schmidt, Graves & # 39; penyakit, penyakit sel, hipoparatiroidisme idiopatik, vitiligo, atau myestenia gravis.

Kanker

Faktor lain yang dapat menyebabkan penyakit Addison adalah kanker. Namun, jenis kanker ini biasanya menyerang kelenjar adrenal, terutama di bagian korteks dan / atau medula.

Karena penyakit kanker ini maka hormon yang diproduksi oleh kelenjar endokrin akan menurun drastis. Parahnya lagi, hal ini juga akan menimbulkan berbagai penyakit berbahaya.

Tuberkulosis

Penyakit Addison juga bisa terjadi pada penderita tuberkulosis (TBC). Ini karena bakteri penyebab tuberkulosis telah mencapai kelenjar adrenal. Akibatnya produksi hormon dari kelenjar ini akan menurun.

Namun, kelainan Addison yang terjadi akibat penyakit TBC ini terutama jenis yang menyerang saluran pernafasan dan TBC tulang. Oleh karena itu, penderita tuberkulosis kronis perlu segera mendapatkan pertolongan medis yang tepat.

Gejala Penyakit Addison

Selain mengetahui penyebab penyakit Addison, Anda juga perlu mengetahui apa saja ciri atau tanda dari gangguan ini. Apalagi ini adalah penyakit langka yang sangat langka.

Namun, untuk mengetahui gejala penyakit Addison tidaklah mudah. Pada penderita yang baru dalam tahap awal, gejalanya lebih mirip dengan penyakit lain. Sehingga hal ini akan membuat penyakit langka ini sulit dikenali.

Gejala Awal Penyakit Addison

Umumnya gejala awal penyakit Addison tidak jauh berbeda dengan penyakit lainnya. Mungkin karena inilah yang menyebabkan penyakit ini sering terlambat mendapatkan pengobatan dengan cepat.

Nah, berikut ini beberapa gejala yang umum terjadi saat timbulnya penyakit Addison. Kenali gejalanya agar Anda bisa segera membawanya ke dokter.

  1. Haus berlebihan – Orang dengan penyakit Addison umumnya akan mengalami rasa haus yang berlebihan. Ini merupakan efek dari kekurangan aldosteron sehingga tubuh akan menjaga kadar kalium dengan memproduksi natrium dalam jumlah besar.
  2. Sering buang air kecil – Gejala lain dari penyakit Addison adalah sering buang air kecil. Hal ini terjadi karena kita akan sering minum akibat dehidrasi dan rasa haus yang berlebihan.
  3. Tubuh mudah lelah – Akibatnya tubuh akan mengalami kekurangan cairan, otot dan tubuh juga akan terasa lemas akibat penurunan kadar gula darah.
  4. Muncul keinginan makan makanan asin. Tanda ini akan mendorong tubuh agar sering haus dan terdorong untuk banyak minum.
  5. Berat badan akan menurun karena nafsu makan menurun.
  6. Penderita umumnya mudah tersinggung, bahkan ada yang mengalami depresi. Tanda ini mudah kita kenali, meski perlu diagnosis yang lebih dalam.

Gejala Penyakit Addison Lanjut

Jika penyebab penyakit Addison akan membuat kondisinya semakin parah. Berikut beberapa gejala penyakit Addison lanjut yang harus Anda waspadai.

  1. Ada nyeri hebat di persendian, perut, dan punggung.
  2. Tubuh mengalami kelelahan kronis akibat kondisi yang semakin parah.
  3. Sering mengalami kebingungan dan depresi yang parah.
  4. Mengalami diare secara terus menerus dan kondisi ini dapat menyebabkan dehidrasi.
  5. Gangguan untuk berkonsentrasi dan fokus.
  6. Warna kulit tubuh menjadi lebih gelap karena otak memproduksi kortikotropin untuk mengatasi penurunan hormon kortikosteroid. Ini akan menyebabkan perubahan warna pada kulit.
  7. Jika ini terjadi, wanita akan menyebabkan haid tidak teratur.
  8. Secara umum pria akan mengalami disfungsi seksual.
  9. Bagi penderita yang masih anak-anak, hal tersebut akan menyebabkan pubertas terlambat.
  10. Munculnya peradangan di mulut.
  11. Sering mengalami muntah yang bisa mengakibatkan mudah pingsan.

Cara Mengobati Penyakit Addison

Setelah mengetahui berbagai penyebab penyakit Addison dan gejalanya, pengobatan yang tepat sangat penting untuk mencegah kondisi semakin parah.

Cara pengobatan penyakit Addison harus fokus pada pemulihan fungsi kelenjar endokrin agar kadar hormon steroid kembali normal. Namun karena ini termasuk penyakit langka, maka pengobatan medis harus dari dokter.

Pengobatan yang paling umum untuk penderita penyakit Addison adalah obat kortokosteroid. Ada banyak jenis obat seperti ini yang bekerja untuk mengatasi kekurangan hormon endokrin.

Namun, kondisi dan penyebab Addison berbeda-beda untuk setiap orang. Oleh karena itu dokter akan memberikan obat setelah melakukan diagnosa yang tepat. Karena itu, segera periksakan ke dokter bila mengalami gejala.

Itulah berbagai macam penyebab dan gejala penyakit Addison serta cara mengobatinya yang wajib anda ketahui. Kenali juga gejala penyakit langka ini agar pengobatannya juga lebih efektif. Meski jarang, penyakit ini juga bisa menyerang siapa saja. (R11 / HR-Online)

Editor: Eva Latifah

Postingan Penyebab Penyakit Addison, Gejala dan Pengobatannya muncul pertama kali di Harapan Rakyat Online.