Penyebab Leukemia, Gejala dan Cara Mencegahnya

Bahan Bakar Shell untuk Motor, Hadir dengan 3 Varian Berbeda

Penyebab Leukemia, Gejala dan Cara Mencegahnya serta Cara Mengatasinya

Penyebab leukemia umumnya belum diketahui secara pasti. Namun gejala leukemia dapat dilihat dari tanda fisik dan penurunan kondisi tubuh penderita. Lantas, bagaimana Anda mencegah leukemia? Simak ulasannya berikut ini.

Leukemia adalah penyakit yang berbahaya dan mematikan. Dengan begitu jika dokter memvonis seseorang mengidap penyakit ini, itu seperti mimpi buruk. Karena penyakit memang tidak mudah disembuhkan.

Leukemia populer dengan sebutan kanker darah. Jenis kanker ini menyerang sel darah dan sumsum tulang. Penyakit ini, mengutip dari Wikipedia, merupakan akibat dari perbanyakan abnormal sel-sel pembentuk darah.

Sel-sel yang ditemukan di sumsum tulang dan jaringan limfoid mengalami transformasi ganas. Serangan ini terjadi akibat sel darah putih atau leukosit yang menjadi sel abnormal yang mengganggu pembentukan sel darah untuk kekebalan.

Tidak diketahui secara pasti apa penyebab penyakit leukemia ini. Penyakit ini umumnya menyerang orang dewasa meskipun anak-anak juga tidak lepas dari risiko tertularnya. Angka kematian akibat penyakit ini juga cukup tinggi.

Ini karena kanker darah sulit sembuh karena sistem kekebalan tubuh yang terganggu dan menurun drastis. Leukemia akan menggerogoti semua sumsum tulang belakang dan menyerang daya tahan tubuh.

Serangan ini menyebabkan DNA di dalam sel darah menjadi rusak dan kelebihan sel darah putih. Sedangkan sel darah yang sehat berkurang dan rusak. Akibatnya tubuh menjadi sangat lemah.

Faktor penyebab leukemia

Ada banyak faktor yang menjadi pemicu dan penyebab leukemia. Pakar medis belum bisa memastikan secara pasti penyebab serangan penyakit ini. Nah, berikut berbagai faktor risiko leukemia yang harus Anda waspadai.

Kebiasaan merokok

Bagi Anda yang terbiasa merokok, sebaiknya berhati-hati terhadap zat berbahaya pada batang rokok. Karena penelitian menunjukkan bahwa orang yang merokok lebih berisiko terkena leukemia dibandingkan mereka yang tidak merokok.

Minum Kopi Berlebihan

Kopi mengandung kafein yang tidak baik untuk tubuh. Minum kopi secara berlebihan dan berlangsung lama bisa menjadi pemicu dan penyebab leukemia. Batasi minum kopi untuk mencegah kanker darah.

Kemoterapi

Kemoterapi adalah teknik pengobatan penyakit dengan menggunakan bahan kimia. Namun pengobatan ini memiliki efek samping yang dapat merugikan penderitanya, seperti diare, mual, infeksi, dan rambut rontok.

Perawatan kemoterapi juga dapat memicu dan meningkatkan risiko seseorang terkena leukemia. Oleh karena itu, sebelum menjalani kemoterapi, perlu berkonsultasi dengan dokter mengenai kondisi tubuh secara jujur.

Paparan Radiasi

Penelitian menemukan bahwa paparan radiasi juga dapat menyebabkan leukemia. Seperti paparan radiasi sinar X yang meningkatkan peluang seseorang terkena kanker darah ini.

Baca juga: Kenali Gejala dan Penyebab Leukosit Tinggi dan Langkah Menguranginya

Bagi ibu yang sedang hamil ada baiknya hindari pemeriksaan menggunakan rontgen atau rontgen. Karena paparan ini akan meningkatkan risiko bayi terkena leukemia.

Kegemukan

Hasil penelitian menemukan bahwa obesitas atau kelebihan berat badan dapat meningkatkan risiko dan menyebabkan leukemia. Ini karena penimbunan nutrisi tidak diproses dengan baik. Karena itu, seimbangkan dengan olahraga teratur.

Paparan Kimia Benzena

Paparan bahan kimia benzena juga dapat menyebabkan leukemia. Hasil penelitian membuktikan bahwa semakin tinggi kadar bahan kimia benzena yang terpapar atau terpapar tubuh, semakin besar kemungkinan terkena kanker darah.

Baca juga: Apa yang menyebabkan nyeri dada tetapi bukan gejala serangan jantung?

Jenis bahan kimia yang mengandung bensin antara lain bensin, tinta printer, pewarna rambut, karet buatan, plastik, dan obat-obatan. Karena itu, hindari menghirup ramuan tersebut untuk menghindari risiko kanker darah.

Faktor keturunan

Penyebab leukemia lainnya juga bisa turun-temurun. Seseorang yang memiliki anggota keluarga yang menderita leukemia memiliki risiko lebih besar terkena leukemia 2 hingga 4 kali lipat dibandingkan yang tidak.

Paparan Kimia Radon

Selain radiasi, paparan bahan kimia berbahaya seperti Radon juga dapat memicu dan meningkatkan risiko terkena kanker darah. Karena bisa meningkatkan resiko terkena leukemia.

Zat radioaktif jenis ini banyak ditemukan di lingkungan. Zat yang tidak berbau dan berwarna ini saat dihirup dan masuk ke dalam tubuh bisa menyebabkan leukemia.

Tanda dan Gejala Leukemia

Kanker darah terjadi karena kanker merusak sumsum tulang belakang dan sel darah yang sehat. Sehingga DNA di dalam darah menjadi rusak dan sel darah putih menjadi berlebihan jumlahnya.

Kondisi ini menyebabkan sel darah yang sehat menjadi berkurang dan rusak. Berikut beberapa gejala leukemia dan tanda-tanda yang bisa dilihat.

  1. Bibir terlihat pucat
  2. Badan terasa mudah lelah.
  3. Pucat di konjungtiva mata
  4. Sangat mudah mengalami pendarahan di hidung, gusi atau saat buang air besar dan buang air kecil.
  5. Sakit tenggorokan disertai ruam kulit, sariawan, demam ringan atau sakit kepala.
  6. Pembengkakan pada selangkangan, ketiak atau tenggorokan.
  7. Nafsu makan yang hilang membuat berat badan menyusut tajam.
  8. Tubuh mengalami demam, keringat berlebih, nyeri tulang dan bintik-bintik merah muncul di kulit.

Mengetahui gejala dan penyebab leukemia sangat penting dilakukan agar kita lebih mengenal penyakit mematikan ini. Seperti yang dialami Shakira Aurum, putra penyanyi Denada yang hingga kini masih dirawat di Singapura.

Pengalaman Shakira sangat menginspirasi dan menimbulkan empati bagi banyak orang, termasuk Presiden Jokowi. Bocah imut ini mengidap kanker darah sejak 2018. Lama pengobatan dan pengobatan menelan biaya milyaran rupiah.

Kabarnya, gejala leukemia yang melanda Shakira berawal dari perjalanan pulang. Wajah dan badan bocah itu tiba-tiba tampak hitam kebiruan, namun Denada menganggapnya sebagai gejala kelelahan yang wajar. Apalagi nafsu makan anak masih bagus.

Setelah berjalan beberapa lama, Shakira tiba-tiba mengalami demam panas. Denada tetap menganggapnya sebagai demam biasa dan kemudian memberikan obat penurun demam. Namun, kondisinya tidak kunjung membaik. Denada yang menduga anaknya menderita demam berdarah ternyata negatif.

Namun setelah dilakukan pemeriksaan darah, trombosit anaknya tercatat 32 ribu, cukup rendah. Secara default, kadar trombosit normal berkisar antara 140 ribu hingga 450 ribu. Setelah mendapat pemeriksaan lebih lanjut, ternyata Shakira mengidap kanker darah.

Cara Mencegah dan Mengatasi Leukemia

Mencegah tentu lebih baik daripada mengobati. Untuk mencegah leukemia, Anda bisa menghindari berbagai pemicu dan penyebab leukemia.

  1. Berhenti merokok.
  2. Pertahankan berat badan yang seimbang atau normal.
  3. Hindari paparan bahan kimia Radon dan Benzene yang berbahaya. Yang biasanya ditemukan pada cat lukis, deterjen, pembersih rumah, lem dll.
  4. Hindari paparan radiasi.
  5. Menerapkan dan menerapkan gaya hidup sehat.
  6. Lakukan tes darah secara teratur.

Sedangkan untuk mengobati atau mengobati leukemia, tentunya sel kanker harus dibasmi. Jika pengobatan leukemia menggunakan pengobatan umumnya dengan transplantasi sel induk, terapi penyinaran, dan kemoterapi.

Anda juga bisa menggunakan teknik pengobatan herbal dan medis. Untuk mengobati leukemia secara alami, Anda bisa menggunakan ramuan herbal seperti ginseng merah, kunyit, daun zaitun, tapak dara, dan daun sirsak.

Itulah informasi mengenai penyebab penyakit leukemia beserta gejalanya serta cara pencegahannya. Kanker darah adalah penyakit berbahaya dan tidak mudah sembuh. Oleh karena itu, Anda harus menghindari faktor pemicu dan penyebabnya agar dapat terhindar dari kanker darah. (R11 / HR-Online)

Postingan Penyebab Leukemia, Gejala dan Cara Mencegahnya muncul pertama kali di Harapan Rakyat Online.