Pemuda & # 39; Gaya Hidup Pemicu Saraf Workops, Waspadalah!

All New Aprilia SXR 160

Gaya hidup anak muda bisa memicu saraf terjepit. Foto: Ilustrasi / Net.

Gaya hidup anak muda bisa memicu saraf terjepit. Nyeri pada punggung bawah merupakan masalah kesehatan yang dapat mengganggu aktivitas. Ada beberapa faktor yang menjadi penyebabnya, salah satunya adalah HPN (Nucleus Pulposus Herniation) atau yang dikenal dengan saraf terjepit.

Banyak orang mengalami masalah saraf terjepit. Termasuk mereka yang masih muda. Salah satu penyebabnya adalah kebiasaan gaya hidup yang tidak sehat.

Merangkum dari berbagai sumber, Spesialis Ortopedi RSHS (Rumah Sakit Hasan Sadikin) Ahmad Ramdan mengatakan bahwa keluhan rata-rata pasien yang berobat ke RSHS adalah masalah sakit punggung akibat HNP atau saraf terjepit.

Baca juga: Sistem Saraf Otonom, Pengertian, Jenis dan Fungsi Organ

Gaya hidup anak muda saat ini memicu saraf terjepit. Sebelumnya penderita HPN sebagian besar adalah para lansia (lansia). Namun dengan adanya pergeseran pola penyakit, banyak penderita yang terjadi pada usia muda.

Faktanya, jumlahnya semakin banyak, dan penyebabnya adalah pola kerja yang tidak sehat atau buruk.

Sedangkan penyebab saraf terjepit pada lansia adalah karena faktor usia. Pasalnya, seiring bertambahnya usia, kadar air pada bantalan sendi semakin hilang. Akibatnya bantalan sendi menjadi retak, rapuh, dan bergeser sehingga tidak lentur.

Gaya Hidup Remaja Picu Saraf Kerja

Saraf terjepit yang terjadi di usia muda disebabkan oleh pola kerja yang tidak sehat. Seperti duduk atau berdiri terlalu lama, dan sering naik turun tangga.

Atau bodi yang terkena getaran kuat terlalu lama, seperti operator mesin, pekerja atau pengemudi, dan lainnya. Itu juga bisa terjadi akibat jatuh dalam posisi duduk.

HNP atau saraf terjepit adalah sendi atau tonjolan yang bergeser yang menekan saraf di tulang belakang. Masalah yang sering dialami penderita HNP biasanya adalah nyeri punggung bawah, atau nyeri bahu yang menjalar ke lengan.

Selain itu, penderita saraf terjepit juga sering mengalami kesemutan, otot kaku atau lemas pada salah satu lengan, serta merasa panas seolah-olah terbakar.

Baca juga: Usai Menuai Kritik, RSUD Ciamis Mencabut Pembatasan Pasien

Jika kondisi tersebut tidak segera ditangani dapat mengakibatkan gangguan pada sistem pergerakan. Bahkan bisa menjadi kelumpuhan.

Spesialis ortopedi RSHS, Ahmad Ramdan, menyarankan agar Anda segera berkonsultasi ke dokter jika merasakan gejala tersebut. Jangan dipijat, karena kesalahan memijat bisa memperburuk keadaan.

Cara Mencegah Saraf Terjepit

Gaya hidup anak muda bisa memicu saraf terjepit atau HPN. Dengan pemeriksaan CT Scan dan MRI (Pencitraan Resonansi Magnetik) HNP dapat didiagnosis.

Jadi, proses pengobatannya bertahap, dimulai dari pencegahan, kemudian pemberian obat. Jika obat-obatan masih kurang berpengaruh, maka pasien harus menjalani fisioterapi, intervensi nyeri, dan terakhir pembedahan.

Namun untuk pembedahan ada beberapa hal yang mendasari hal tersebut yaitu jika sudah melakukan semua terapi namun tidak ada efeknya. Bisa juga karena gejala yang muncul lebih parah.

Baca juga: Seorang bayi yang terjebak dalam kecelakaan angkot menabrak pohon

Jika dalam waktu 3 sampai 6 bulan setelah pengobatan yang efektif tidak ada perbaikan, atau kelainan saraf yang serius telah muncul, maka pembedahan adalah solusi terakhir.

Membiasakan gaya hidup sehat dengan melakukan pola kerja yang sehat dapat mencegah saraf terjepit. Pola gaya hidup anak muda juga harus lebih sehat, dengan waktu istirahat yang cukup, dan mengurangi berat badan berlebih.

Dokter menyarankan, bagi mereka yang rutinitas kerjanya duduk di depan komputer dalam waktu lama, atau berdiri berjam-jam, luangkan waktu setiap 3 jam untuk melakukan peregangan.

Kementerian Kesehatan RI pun telah mensosialisasikan hal tersebut. Peregangan di antara jam kerja hendaknya menjadi kebiasaan aktivitas fisik dalam gaya hidup remaja. Kebiasaan ini membantu memperlancar peredaran darah.

Manfaatnya bisa membantu mengendurkan ketegangan saraf dan melatih otot menjadi lebih kuat. Dengan begitu, tubuh tidak akan mudah lelah saat bekerja, dan resiko cedera tulang belakang juga akan berkurang. (Eva / R3 / HR-Online)

Postingan Gaya Hidup Kaum Muda Picu Workops Saraf, Waspadalah! muncul pertama kali di Harapan Rakyat Online.