Pantang Makanan untuk Penderita Divertikulitis (Radang Usus Besar)

Divertikulitis adalah penyakit radang parah pada kantung usus besar (divertikula). Penyakit ini terjadi ketika bagian lemah dari dinding usus besar tertekan, kemudian membentuk kantung kecil yang meradang. Seperti penyakit pencernaan lainnya, ada makanan yang bisa memperburuk gejala divertikulitis sehingga menjadi hal yang tabu bagi penderita.

Sebelum meradang, kantung di usus besar biasanya tidak memicu gejala apa pun. Begitu peradangan terjadi, penderita bisa mengalami keluhan berupa sakit perut, demam, mual dan muntah, serta diare. Mengonsumsi makanan yang salah dapat memperburuk gejala divertikulitis atau memperburuk peradangan.

Makanan pantang dari penderita divertikulitis

sumber: MNN

Penyebab divertikulitis tidak diketahui dengan pasti sehingga tidak ada daftar spesifik yang berisi jenis makanan yang harus Anda hindari. Meski begitu, ada baiknya Anda membatasi jenis makanan berikut untuk mencegah keluhan:

1. Makanan dari kategori FODMAP

Makanan dalam kategori FODMAP (oligosakarida yang dapat difermentasi, disakarida, monosakarida, dan poliol) memiliki karbohidrat yang struktur kimianya pendek. Makanan ini bisa menghasilkan gas yang memicu kembung, nyeri, dan diare.

Contoh makanan FODMAP meliputi:

  • Apel, pir, persik, dan buah kering.
  • Bawang dan bawang putih.
  • Acar, kimchi, dan asinan kubis (kol asam).
  • Susu, yogurt, dan keju.
  • Kembang kol dan kubis Brussel.
  • Kacang polong dan kacang polong (buncis, lentil dan kedelai).

Beberapa penelitian telah membuktikan manfaat membatasi makanan FODMAP pada penyakit yang berhubungan dengan usus besar, khususnya sindrom iritasi usus dan divertikulitis. Diet ini bahkan dianggap mengurangi risiko kedua penyakit ini.

2. Terlalu banyak serat

Makanan berserat sebenarnya baik untuk penderita divertikulitis, tetapi terlalu banyak serat justru menjadi hal yang tabu. Ini karena serat membuat tinja lebih penuh. Serat juga dapat meningkatkan gerak peristaltik dan kontraksi otot-otot usus besar.

Keduanya dapat menyebabkan rasa sakit dan ketidaknyamanan, terutama ketika kantung usus besar Anda meradang. Berikut makanan tinggi serat yang perlu Anda batasi:

  • Sayuran: wortel, bit, brokoli, dan kubis Brussel.
  • Buah: Stroberi, alpukat, pisang, dan frambos.
  • Gandum: gandum, quinoa, biji chia, dan beras merah.
  • Kacang merah, kacang hitam, edamame, dan sebagian besar kacang polong.

Agar kebutuhan serat tetap terpenuhi, pilih makanan berserat dengan jumlah serat yang tidak terlalu tinggi. Anda juga bisa menunggu gejala peradangan membaik sebelum mengonsumsi makanan berserat tinggi.

3. Daging merah

makan daging merah

Menurut sebuah penelitian di The American Journal of Gastroenterology, makan banyak daging tanpa diimbangi dengan olahraga dan asupan serat dapat meningkatkan risiko divertikulitis. Gaya hidup sehat sebenarnya mengurangi risiko hingga 50 persen.

Studi lain di Amerika juga menemukan hasil yang serupa, terutama dalam konsumsi daging merah yang tidak diproses. Para peneliti menyarankan mengurangi daging merah dan menggantinya dengan ayam atau ikan.

Namun, makanan ini tidak selalu menjadi hal tabu bagi penderita divertikulitis. Anda masih bisa makan daging, tetapi tidak lebih dari satu potong (51 gram) sehari. Juga seimbang dengan aktivitas fisik, menjaga berat badan, dan tidak merokok.

4. Makanan tinggi gula dan lemak

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa makanan tinggi gula dan lemak dapat meningkatkan risiko divertikulitis. Keduanya juga dapat memicu peradangan pada tubuh, membuat gejala lebih buruk.

Karena itu, penderita divertikulitis disarankan untuk membatasi makanan berikut:

  • Makanan cepat saji
  • Ngomong-ngomong, makanan yang digoreng deep fry
  • Daging merah tinggi lemak
  • susu penuh lemak dan produk sejenis
  • Tepung, roti atau pasta yang terbuat dari gandum olahan

Perhatikan apa yang Anda konsumsi

Selain menghindari pembatasan diet, penderita divertikulitis juga perlu berhati-hati saat minum obat. Obat NSAID (obat antiinflamasi nonsteroid) terutama ibuprofen, aspirin, dan naproxen mungkin dapat memicu perdarahan di kantung usus besar

Anda juga harus minum air yang cukup sehingga Anda tidak sembelit. Saat mengalami konstipasi, feses menjadi lebih padat dan keras. Gerakan tinja di usus besar dapat melukai kantung usus besar sehingga memperparah rasa sakit dan peradangan.

Hindari merokok, lakukan aktivitas fisik secara teratur, dan pertahankan berat badan Anda agar tetap ideal. Langkah-langkah ini tidak hanya berguna untuk meringankan gejala divertikulitis, tetapi juga akan menjaga kesehatan sistem pencernaan Anda.

Pos Pantang Makanan untuk Penderita Divertikulitis (Radang Usus Besar) muncul pertama kali di Hello Sehat.