Pantang dari miom, gejala, penyebab, dan risiko

Honda All New N-One, Mobil Mini yang Resmi Mengaspal di Jepang

Pantang dari Penyakit Miom, Gejala, Penyebab dan Risiko

Menghindari pantangan penyakit miom merupakan salah satu cara untuk mengurangi rasa sakit, terutama saat gejala muncul. Selain itu, Anda juga harus mengenali penyebab miom agar terhindar dari risiko komplikasi dan bahaya penyakit ini.

Miom adalah jenis tumor yang tumbuh atau menyerang dinding rahim. Tumor ini tumbuh dari sel otot di dinding rahim. Pertumbuhan sel tumor ini bisa mencapai ukuran kacang polong atau sebesar buah anggur.

Penyakit miom juga dikenal sebagai miom, miom uterus, fibroid uterus, fibroleiomioma, atau fibromioma. Mengutip dari Wikipedia, penyakit ini biasanya muncul setelah lahir.

Baca juga: Penyakit Sistem Reproduksi, Kanker Serviks hingga Hipogonadisme

Mioma uterus umumnya merupakan tumor jinak yang tidak berpotensi berkembang menjadi kanker. Namun, dalam beberapa kasus, yang jinak bisa berubah menjadi kanker. Untuk memastikannya sebaiknya periksakan ke dokter.

Penyakit Myomic Makanan yang Dibatasi

Menghindari hal yang tabu bisa menjadi langkah yang bisa kita lakukan untuk meredakan atau mengatasi suatu penyakit. Begitu juga dengan tumor jinak mioma yang juga memiliki sejumlah pantangan yang harus Anda hindari.

Ada sejumlah jenis makanan yang harus Anda hindari agar tumor rahim ini tidak berkembang. Berikut beberapa jenis diet pantangan miom yang harus Anda hindari.

Makanan seafood

Makanan yang berasal dari laut, termasuk yang harus Anda jauhi. Umumnya seafood mengandung kolesterol tinggi dan lemak jenuh. Selain bisa membahayakan kesehatan tubuh, makanan ini juga bisa memicu perkembangan sel miom.

Makanan yang tinggi lemak jenuhnya juga bisa membuat sel otot di dinding rahim tumbuh dan berkembang secara tidak normal. Meskipun makanan tersebut bukan merupakan faktor penyebab, namun dapat memicu penyakit miom.

Makanan Jeroan

Makanan lain melawan penyakit miom yang juga harus Anda hindari adalah jeroan. Bahan makanan yang terdapat di dalam (jeroan) hewan ini juga diketahui mengandung kolesterol tinggi dan lemak jenuhnya.

Orang-orang penggemar makanan jeroan, seperti hati, usus, paru-paru, ampela, dan otak. Ada yang mengolahnya dengan cara digoreng, dipanggang, atau dalam bentuk snack.

Jenis makanan ini berbahaya karena bisa menyebabkan miom. Padahal, kabarnya konsumsi yang berlebihan dan tahan lama akan menyebabkan tumor berkembang.

Makanan cepat saji

Makanan dari luar negeri ini populer dan banyak yang menyukainya. Tidak sedikit gerai makanan yang berada di berbagai kota dan daerah. Makanan ini juga termasuk pantangan penyakit miom yang harus Anda hindari.

Dari segi istilah saja berarti junk food. Selain tidak mengandung nutrisi yang penting untuk kesehatan tubuh, junk food juga banyak mengandung kolesterol dan lemak jenuh yang dapat memicu penyakit miom.

Popularitas makanan ini karena rasanya yang enak. Namun, makanan ini juga mengandung MSG dan gula tingkat tinggi, pewarna buatan, dan pengawet. Konsumsi makanan tersebut juga bisa memicu penyakit berbahaya lainnya.

daging merah

Makanan tabu penyakit myomine yang juga harus Anda hindari adalah daging merah. Makanan ini juga mengandung lemak jenuh dan kolesterol tingkat tinggi.

Bagi orang sehat, kita perlu membatasi konsumsi makanan tersebut. Meski daging merah mengandung protein dan nutrisi yang baik untuk tubuh, namun terlalu banyak bisa memicu penyakit. Apalagi jika Anda sudah memiliki miom.

Makanan Tinggi Gula

Sebuah penelitian menyatakan bahwa makanan yang mengandung gula tinggi dikaitkan dengan risiko lebih tinggi terserang miom. Oleh karena itu, hindari atau batasi pembatasan konsumsi makanan atau minuman pada penyakit miom ini.

Minyak kelapa

Bahan makanan lain yang juga harus Anda hindari adalah minyak kelapa. Pasalnya, bahan ini mengandung lemak jenuh yang tidak baik untuk tubuh. Konsumsi terlalu sering juga bisa memicu tumor dan miom.

Konsumsi makanan yang mengandung minyak kelapa juga dapat mengganggu fungsi ginjal. Sebagai gantinya, Anda bisa menggunakan jenis minyak lain yang lebih sehat atau sesuai dengan kondisi tubuh Anda.

Minuman Berkafein

Pantangan lain dari penyakit miom adalah minuman yang mengandung kafein. Jika Anda memiliki tumor di rahim, hindari minum kopi atau coklat karena bisa memicu perkembangan tumor.

Minuman beralkohol

Makanan atau minuman lain yang juga harus Anda hindari adalah minuman beralkohol. Selain berdampak buruk bagi kesehatan, alkohol dapat memicu gejala miom menjadi semakin parah.

Merokok

Bagi Anda yang suka merokok, sebaiknya mulai berhenti karena penyakit miom merupakan tabu. Apalagi jika sudah mengalami gejala miom sebaiknya jangan coba lagi jika tidak ingin kondisinya semakin parah.

Beberapa ahli menyatakan bahwa merokok juga dapat meningkatkan nyeri haid. Hal ini dikarenakan asap rokok yang dihirup akan menurunkan kadar oksigen dalam darah yang masuk ke dalam rahim. Ini juga bisa memicu perkembangan miom.

Santan

Bahan makanan yang terbuat dari daging kelapa sebaiknya juga Anda batasi konsumsinya. Santan diketahui mengandung kolesterol jahat yang tidak baik bagi tubuh dan juga bisa memicu timbulnya kanker, termasuk miom.

Mengonsumsi makanan yang mengandung santan akan meningkatkan risiko berkembangnya tumor rahim. Oleh karena itu, sebaiknya Anda mengurangi pembatasan penyakit miomine. Jika perlu, hindari semua jenis makanan yang mengandung santan.

Susu Tinggi Lemak

Mengonsumsi susu baik untuk kesehatan. Namun, jika Anda memiliki penyakit miom sebaiknya hindari minuman ini. Apalagi jenis susu tinggi lemak yang tentunya kurang baik jika mengkonsumsinya terlalu banyak.

Penyebab miom

Hingga saat ini belum ada informasi yang memastikan penyebab penyakit miom. Namun, beberapa ahli menduga ada sejumlah faktor yang bisa menyebabkan tumor muncul di dinding rahim.

Beberapa faktor yang dapat menyebabkan miom antara lain:

  • Gangguan hormonal dalam tubuh.
  • Ada perubahan genetik yang bisa terjadi karena berbagai faktor.
  • Gaya hidup tidak sehat termasuk pola makan yang dapat memicu atau bahkan membuat miom semakin parah dan berkembang. Termasuk beberapa jenis diet penyakit miom yang telah disebutkan.

Gejala Miom

Mengenai jumlah wanita yang menderita miom, diperkirakan 20 hingga 30 persen menyerang wanita di atas usia 35 tahun. Namun, jumlahnya belum bisa diketahui secara pasti karena sulitnya mendeteksi gangguan ini.

Baca juga: Sakit Saat Haid, Lebih Baik Konsultasikan ke Dokter!

Pada awalnya penderita miom tidak merasakan tanda atau gejala yang berarti. Namun, tanda-tanda ini hanya muncul saat miom sudah cukup besar. Berikut beberapa gejala miom yang harus Anda waspadai.

  • Terjadi sakit perut yang berlebihan, terutama saat haid. Ini juga bisa disebabkan oleh infeksi.
  • Ada nyeri di panggul.
  • Menstruasi terjadi secara berlebihan atau banyaknya darah yang keluar saat haid.
  • Mengalami menstruasi yang berlangsung lebih dari seminggu.
  • Periode menstruasi yang terlalu lama dan tidak normal.
  • Buang air kecil lebih sering dari biasanya.
  • Mengalami sembelit yang terlalu sering.
  • Jika Anda merasakan area di sekitar rahim atau perut bagian bawah, akan terasa kenyal.

Risiko Bahaya Miom

Munculnya tumor di dinding rahim bisa berkembang dan memicu risiko tersebut. Mengenali penyakit ini sejak dini dan menghindari pantangan miom tentu akan memudahkan pengobatannya. Berikut beberapa risiko miom yang harus Anda ketahui.

Kesulitan Hamil

Miom umumnya terjadi setelah proses kelahiran. Namun, penyakit ini akan membuat Anda tidak dapat menambah keturunan lagi. Munculnya tumor pada dinding rahim akan menyebabkan penyempitan pada serviks sehingga menghambat proses pembuahan.

Mengalami Keguguran

Kalaupun ada wanita yang bisa hamil meski menderita miom, risiko mengalami keguguran juga lebih tinggi. Kehadiran tumor ini akan mengganggu pertumbuhan janin terutama pada trimester awal.

Kerja Berdarah

Proses persalinan, tentunya juga akan berdarah. Namun selain risiko keguguran, wanita yang akan melahirkan juga berpotensi mengalami pendarahan hebat. Bahkan bisa mengancam nyawa janin dan ibu.

Nyeri Parah Saat Menstruasi

Seperti yang disebutkan pada gejala miom, nyeri saat haid merupakan tanda adanya gangguan pada dinding rahim. Namun, jika tumor telah berkembang, hal itu dapat menyebabkan nyeri hebat saat menstruasi.

Pendarahan Saat Senggama

Potensi bahaya yang dapat terjadi dari tumor miom adalah terjadinya perdarahan saat Anda memiliki hubungan suami istri. Mungkin ini akan mengejutkan Anda karena yang terbaik adalah segera berkonsultasi dengan dokter.

Penyakit anemia

Munculnya miom juga bisa memicu tubuh kekurangan darah dan anemia. Mungkin karena itu beberapa gejala miom akan terasa mirip dengan gejala anemia. Anda perlu berkonsultasi dengan dokter untuk memastikannya.

Itulah berbagai pantangan, penyebab dan bahaya miom yang harus Anda ketahui dan waspadai. Faktor pemicu ini juga bisa menyebabkan miom menjadi parah. Kenali gejala miom sejak awal agar Anda bisa segera mendapatkan penanganan yang tepat. (R11 / HR-Online)

Editor: Eva Latifah

Postingan Abstinensi Penyakit Miom, Gejala, Penyebab dan Resikonya muncul pertama kali di Harapan Rakyat Online.