Menopause pada Pria

<pre><pre>Menopause pada Pria

Menopause pada pria atau nama lain yaitu andropause, Andropause adalah suatu kondisi penurunan kadar hormon testosteron seiring dengan proses penuaan. Andropause dapat digolongkan sebagai penyakit degeneratif pria.

Memahami Andropause

Secara medis, tidak ada istilah menopause pada pria. Dengan demikian, gejala yang muncul disebut dengan istilah lain, seperti andropause, penurunan androgen pada pria yang menua (ADAM), dan hipogonadisme onset lanjut.

Sebenarnya penggunaan istilah menopause untuk pria hanya dilakukan agar lebih mudah digambarkan, dan bukan merupakan diagnosis yang pasti. Sama seperti wanita menopause, pria juga mengalami penurunan produksi hormon seks, atau dalam hal ini testosteron.

Namun yang perlu ditekankan, adalah menopause yang terjadi pada wanita berbeda dengan andropause yang terjadi pada pria. Pada wanita, ovulasi berakhir dan produksi hormon menurun dalam waktu yang relatif singkat.

Penyebab Andropause

Pada pria, produksi hormon ini dan penurunan bioavailabilitas testosteron terjadi selama bertahun-tahun dengan konsekuensi yang tidak selalu jelas.

Secara umum, proses penurunan kadar testosteron pada pria dimulai pada usia 35 dan berlanjut hingga testosteron benar-benar habis pada usia 70-an. Hormon pertumbuhan pria mencapai puncaknya sekitar usia 20, dan turun sekitar 14 persen setiap 10 tahun setelah itu.

Beberapa pria juga mengalami krisis paruh baya, yang membuat mereka terlalu khawatir tentang karir dan pencapaian mereka di usia tersebut. Kondisi ini bisa menjadi pemicu depresi yang juga menjadi penyebab utama gejala fisik menopause pada pria.

Ketika seorang pria mengalami penurunan produksi testosteron, banyak gejala yang akan muncul, baik secara fisik, mental, maupun seksual.

Gejala Menopause pada Pria

Gejala Menopause pada Pria
Gejala Menopause pada Pria (Gambar: mdlinx.com)

Pria harus mewaspadai ketidakseimbangan hormon, sebelum gejala ini bertambah parah. Gejala andropause disebut sindrom defisiensi testosteron atau TDS. Berikut gejala menopause pada pria yang harus Anda ketahui.

  • Kurang tenaga dan cepat merasa lelah
  • Libido rendah
  • Disfungsi ereksi alias impotensi
  • Berkeringat cukup banyak setiap malam
  • Suasana hati mudah berubah dan sensitif
  • Depresi
  • Berat badan bertambah meski nafsu makan menurun
  • Banyak rambut rontok
  • Memori yang lemah
  • Detak jantung tidak teratur
  • Kesulitan tidur atau insomnia
  • Ginekomastia atau pembesaran puting pada pria seiring bertambahnya usia

Pengobatan Andropause

Jika gejalanya masih ringan dan tidak mengganggu, dokter biasanya akan menganjurkan untuk menerapkan pola hidup sehat. Beberapa hal yang disarankan adalah:

  • Berolahragalah secara teratur
  • Cukup tidur setiap hari
  • Jalani pola makan yang sehat
  • Hindari aktivitas yang memicu stres

Namun jika kondisinya sudah parah, maka pengobatan yang bisa dilakukan adalah:

1. Antidepresan

Menopause pada pria seringkali menyebabkan depresi. Dalam kasus ini, dokter akan memasukkan resep antidepresan untuk mengobatinya.

2. Terapi Penggantian Hormon

Langkah pengobatan yang paling umum untuk mengobati andropause adalah terapi penggantian hormon.

Perawatan ini dapat meredakan gejala dan meningkatkan kualitas hidup penderitanya. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan terapi ini dengan testosteron, yaitu:

  • Plerster kulit, patch testosteron diterapkan ke area kulit kering di punggung, perut, lengan atas, atau paha. Dengan begitu, diharapkan mendapat asupan hormon melalui kulit.
  • Gel testosteronPerawatan yang satu ini dilakukan dengan mengoleskan gel yang mengandung testosteron pada kulit, biasanya dilakukan pada bagian lengan.
  • Kapsul, Asupan testosteron masuk ke dalam tubuh melalui kapsul seperti konsumsi obat biasa. Namun, pria yang mengalami gangguan fungsi hati, jantung, dan ginjal tidak disarankan untuk menggunakan metode pengobatan ini.
  • Suntikan testosteron, suntikan di otot dilakukan setiap 2-4 minggu. Efek samping yang dapat terjadi adalah perubahan mood atau mood yang drastis.
Spanduk layanan perawat mhomecare
MHomecare merupakan satu-satunya perusahaan home care care di Indonesia yang menjamin 100% seluruh tenaga kesehatan adalah perawat. Ada layanan home care utama seperti Lulusan Perawat S1 + STR, Perawat Pendamping Lansia dan Bidan atau Perawat Bayi. Dapatkan penawaran menarik khusus untuk pembaca artikel ini, pesan sekarang juga!

Baca juga:

  • Ciri-ciri gejala awal diabetes pada pria dan cara pencegahannya
  • Meningkatkan Kualitas Dan Jumlah Sperma
  • 7 Fungsi Hati Manusia dan Cara Merawatnya

Pesan Perawat & Bidan Online

Dapatkan pelayanan kesehatan oleh perawat, bidan, caregiver, caregiver yang profesional, berlisensi dan berpengalaman dengan semangat pelayanan terbaik dan selalu siap merawat orang tercinta seperti keluarga sendiri.

Referensi:

  • https://www.healthline.com/health/warning-signs-male-menopause
  • https://medbroadcast.com/condition/getcondition/andropause

Kiriman Menopause in Men muncul pertama kali di MHomecare Blog.