Menemani Orang Tercinta Agar Tetap Tegas Sebelum Bertemu Dengan Kematiannya

Tidak mudah menerima kenyataan bahwa orang yang Anda cintai dihukum karena penyakit kronis tertentu. Apalagi jika dokter telah menyatakan bahwa tidak ada perawatan atau perawatan apa pun yang dapat menyembuhkan pasien. Namun, peran Anda dalam membantu pasien yang hampir meninggal sangat besar. Anda harus dapat memperkuat dan membiarkan diri Anda dapat membantu orang yang Anda cintai untuk mempersiapkan kematian yang damai.

Menghadapi kematian bukan berarti putus harapan

Anda mungkin terjebak dalam dilema. Haruskah menerima kenyataan bahwa orang yang dicintai hampir mati? Atau terus berpikir optimis, bahwa pasti ada cara untuk mengobati penyakit ini?

Apa pun pilihan dan keluarga Anda, ingatlah bahwa menghadapi kematian tidak sama dengan keputusasaan. Bukan berarti Anda menyerah. Tetapi itu memberi kesempatan bagi orang yang dicintai untuk memproses semua perasaan, kekhawatiran, dan rencana yang berkaitan dengan kematiannya.

Jangan salah, biasanya orang yang hampir mati sudah memiliki firasat bahwa waktunya akan segera tiba. Ini dapat diungkapkan secara implisit. Misalnya, ada keinginan untuk bertemu kerabat yang telah meninggal atau kerinduan untuk pergi ke tempat yang jauh. Anda harus menemaninya berjuang. Namun, Anda juga harus bersiap-siap ketika saatnya tiba.

Dengan mempersiapkan kematian, ketika Anda mati untuk bertemu orang yang Anda cintai, Anda bisa mati dengan hati yang lebih ringan dan damai. Anda juga dapat mengatur prosesi pemakaman dan masalah lainnya persis seperti yang diinginkan pasien. Ini tentu saja merupakan bagian dari rasa hormat dan cinta untuk orang yang Anda cintai yang telah meninggal.

Membantu orang yang dicintai bersiap untuk kematian

Menemani orang yang dicintai yang hampir mati adalah salah satu tantangan terberat yang harus Anda hadapi. Namun, pengalaman ini mungkin dibuat lebih bermakna dan positif. Ini dia langkah-langkah yang bisa diambil ketika mempersiapkan kematian orang yang dicintai.

1. Hadir di sisinya

Kehadiran Anda untuk menemani orang yang Anda cintai adalah obat terbaik untuknya saat ini. Sebab, depresi dan kesepian mudah menyerang orang yang sudah sakit parah. Anda dapat menghabiskan waktu dengan berdoa bersama atau hanya duduk di samping mereka sambil memegang tangan mereka dengan lembut.

2. Dengarkan keluhan

Kekasih Anda mungkin merasa tidak nyaman, kesakitan, atau marah karena kondisinya. Karena itu, dengarkan semua keluhannya setulus mungkin. Terkadang, pasien hanya perlu didengarkan, daripada mencari nasihat atau solusi. Anda harus lebih peka dan belajar memahami sinyal.

3. Membantu mengatasi ketakutan akan kematian

Kematian adalah proses alami, bagian kehidupan yang tak terhindarkan. Jadi, jika mereka mengungkapkan rasa takut akan kematian, kenyamanan dan ketenangan dengan kata-kata yang menenangkan. Misalnya, "Apa pun yang terjadi, aku di sini bersamamu. Kau tidak sendirian, sungguh." Anda juga dapat meyakinkan dengan mengatakan, "Dokter telah mengatakan, benar, prosesnya tidak menyakitkan sama sekali. Anda sudah menggunakan obat-obatan jadi jangan khawatir."

4. Ciptakan suasana yang nyaman dan tenang

Untuk mempersiapkan kematian yang damai, orang yang Anda kasihi membutuhkan suasana yang nyaman dan tenang. Hindari berkelahi dengan anggota keluarga lain di hadapan pasien. Anda juga harus membatasi jumlah tamu yang mengunjungi pasien di kamar. Jangan sampai pasien terlalu sibuk menerima tamu sehingga mereka tidak bisa beristirahat dan menghabiskan waktu berkualitas dengan orang-orang yang paling berarti dalam hidupnya.

5. Bicara tentang kematian

Perhatikan baik-baik jika orang yang Anda cintai mulai membahas kematian. Misalnya mendiskusikan pemakaman atau meminta pemimpin agama untuk menemaninya. Jangan diabaikan dengan alasan, "Anda tidak ke mana-mana sekarang." Anda hanya perlu mendengarkan keinginannya dengan hati-hati dan sebisa mungkin mewujudkannya.

6. Nyatakan cinta, terima kasih, dan maaf

Biarkan diri Anda dan anggota keluarga lainnya mengungkapkan cinta, terima kasih, dan permintaan maaf kepada orang yang dicintai. Ini dapat memberikan suntikan antusiasme dan keberanian bagi pasien untuk bersiap menghadapi kematian.

7. Ucapkan selamat tinggal

Terkadang, kekasih Anda sudah tahu bahwa saatnya akan tiba. Namun, ia merasa masih ada "tanggungan" yaitu orang-orang yang tidak mau meninggalkannya. Karena itu, penting bagi Anda dan anggota keluarga lainnya, terutama mereka yang menjadi "tanggungan" untuk mengucapkan selamat tinggal dan membiarkan pasien pergi nanti.

Kata-kata sederhana dapat membantu orang yang dicintai untuk lebih yakin bahwa dia tidak perlu khawatir. Misalnya, "Saya berjanji saya akan baik-baik saja tanpa Anda. Saya akan menjaga keluarga kami dengan sepenuh hati dan lebih bersemangat untuk mengejar pekerjaan saya." Meskipun sulit untuk mengatakannya, kekasih Anda orang membutuhkan kepastian semacam ini agar lebih tenang dan bertekad dalam mempersiapkan kematian.

Posting yang Menemani Orang Cintanya Agar Tetap Tegas Sebelum Bertemu Kematiannya muncul pertama kali di Hello Sehat.