Junk Food, Bahayanya dan Bedanya dengan Fast Food

Yamaha All New Aerox 2020 Rilis dengan Pembaruan yang Lebih Canggih

junk food, bahayanya dan perbedaannya dengan makanan cepat saji

Junk food dan fast food sebenarnya memiliki perbedaan bahaya, jenis dan cara pengolahannya. Padahal, junk food yang berkonotasi berbahaya bagi kesehatan tubuh ini kerap dianggap fast food dan digemari masyarakat Indonesia.

Sekadar catatan, banyak masyarakat kita yang menyukai Junk Food meski di luar negeri adalah pemborosan. Junk food berbeda dengan fast food dan artikel ini akan menjelaskannya.

Junk food merupakan istilah yang merujuk pada berbagai jenis makanan yang rendah gizi dan tidak sehat bagi tubuh. Makanan jenis ini, menurut Wikipedia, umumnya sebenarnya memiliki kandungan lemak yang cukup besar.

Dalam istilah bahasa, sampah berarti sampah, kain perca, kutu, atau sampah. Sehingga junk food adalah segala jenis sampah yang harus kita buang dan jangan konsumsi.

Namun pengertian junk food bukanlah apa yang terbuang percuma di tempat sampah atau tempat sampah. Istilah ini terutama mengacu pada jenis makanan yang rendah nutrisi, atau bahkan tidak ada sama sekali.

Baca juga: Makanan yang menurunkan tekanan darah tinggi dan efektif

Namun sayangnya junk food sudah menjadi gaya hidup modern yang mampu memikat banyak orang. Jenis makanan ini umumnya berasal dari luar negeri yang membuka gerai franchise di kota-kota besar.

Rasanya yang enak dan citranya yang menarik menjadikan junk food sebagai makanan favorit banyak orang. Ini adalah hasil dari promosi dan pemasaran yang terencana dengan sangat baik dan berkelanjutan yang mampu mengubah pandangan konsumen.

Bukan hanya kota-kota besar yang punya gerai makanan seperti ini, tapi mereka juga sudah mulai masuk ke berbagai daerah. Kaum muda adalah segmen terbesar yang sangat menyukai jenis makanan ini.

Perbedaan antara Junk Food dan Fast Food

Masih banyak orang yang belum bisa membedakan antara junk food dan fast food. Padahal tidak semua jenis fast food bisa dikategorikan sebagai junk food.

Untuk lebih mengenal kedua jenis makanan tersebut, berikut berbagai perbedaan junk food dan fast food yang harus Anda ketahui. Mengetahui perbedaan keduanya akan memudahkan kita dalam memilih makanan yang lebih sehat.

Perbedaan Kandungan Gizi

Secara umum, semua hidangan yang rendah gizi atau bahkan tidak mengandung gizi termasuk dalam kelompok junk food. Meski rasanya enak, makanan ini tidak mengandung nutrisi bagi tubuh.

Baca juga: Makanan penyebab perut buncit yang harus Anda hindari!

Berbeda dengan fast food yang masih mengandung nutrisi. Wikipedia menyebut beberapa makanan cepat saji seperti hamburger, ayam goreng, kentang goreng dari berbagai gerai ternama sebagai makanan tidak bergizi atau rendah gizi.

Perbedaan dalam proses pengolahannya

Kebanyakan orang menyamakan junk food dan fast food. Ini terutama karena kandungan gizinya yang sangat rendah. Padahal, dari segi pengolahan, keduanya tentu saja berbeda.

Meski namanya fast food atau fast food, namun pembuatannya telah melalui proses sebelumnya. Namun makanan ini hanya akan melalui proses pemasakan saat ada pesanan agar bisa disajikan dengan cepat.

Namun proses pengolahan, seperti pemanasan tinggi atau berulang, membuat kandungan gizi bahan pangan hilang atau rusak. Beberapa produk ayam goreng dari gerai luar negeri sebagai makanan siap saji. Sedangkan pizza tergolong junk food.

Mana yang Lebih Berbahaya, Junk Food atau Fast Food?

Dengan membandingkan proses pengolahannya, sebenarnya kita bisa menebak tingkat bahaya yang ada dibalik kedua jenis makanan tersebut. Bahaya junk food seperti hamburger, pizza, atau hot dog disebabkan kandungan lemak dan garamnya yang tinggi.

Sementara itu, fast food umumnya juga mengalami proses pengolahan yang serupa. Namun, tidak semua fast food mengandung garam dan lemak yang tinggi.

Ragam Jenis Makanan

Selain tidak mengandung nutrisi yang dibutuhkan tubuh, junk food juga mengandung tinggi lemak dan garam, rendah serat, dan zat aditif yang berbahaya bagi kesehatan. Lantas apa saja contoh makanan yang termasuk kategori junk food yang dianggap berbahaya bagi kesehatan?

Oleh karena itu penting untuk menjauhi atau bahkan menghindari makanan tersebut untuk mencegah penyakit berbahaya. Nah, berikut berbagai jenis junk food yang harus Anda ketahui dan hindari.

Makanan kaleng

Saat ini ada banyak jenis makanan kaleng yang beredar di pasaran. Seperti daging atau ikan kaleng. Jenis masakan instan ini termasuk dalam jenis junk food, karena kandungan nutrisinya sudah hilang atau rusak.

Makanan kaleng dalam pembuatannya umumnya mengalami proses pemanasan yang tinggi dan berulang. Apalagi ada tambahan pengawet dan bahan kimia. Dari segi komersial, proses ini penting agar makanan tahan lama dan siap dikonsumsi.

Buah kaleng

Selain daging atau ikan kaleng, saat ini banyak juga buah-buahan kalengan yang dijual. Buah dalam bentuk kaleng buatan pabrik biasanya memiliki kandungan nutrisinya yang rusak akibat pemanasan berulang.

Bahaya junk food juga berasal dari tingginya kadar gula yang biasanya ditambahkan ke dalamnya. Jika kita mengonsumsi buah kaleng, kadar gula darah akan langsung naik sehingga bisa memberatkan pankreas.

Jeroan dan Daging Berlemak

Pada dasarnya, jeroan dan lemak daging dari hewan termasuk makanan yang kaya nutrisi. Makanan ini juga banyak mengandung vitamin dan mineral yang baik untuk tubuh. Begitu juga dengan proteinnya yang cukup tinggi.

Namun makanan jenis ini juga mengandung lemak jenuh dan kolesterol yang cukup tinggi. Kedua bahan tersebut dapat menyebabkan masalah jantung, tumor, dan kanker. Batasi atau hindari makanan tersebut untuk menghindari penyakit berbahaya.

Keju yang diawetkan

Berbagai produk olahan keju yang banyak beredar juga termasuk junk food yang tidak baik untuk tubuh. Dalam pembuatannya masih banyak bahan lain yang harus ditambahkan agar enak dan bentuknya bervariasi.

Aditif ini termasuk minyak jenuh, pengemulsi, pewarna makanan, whey, garam, atau gula. Kandungan tambahan ini berbahaya bagi tubuh karena meningkatkan kerja organ dan memicu obesitas.

Daging Olahan

Ada banyak jenis daging olahan yang bisa dengan mudah kita temukan di berbagai toko dan supermarket. Seperti sosis, hamburger, dan lain-lain yang umumnya sudah diolah dan siap dimasak.

Makanan ini umumnya mengandung garam nitrit tingkat tinggi. Tak jarang juga ada tambahan bahan pengawet atau pewarna yang tentunya bisa memicu kanker dan membuat hati bekerja lebih keras.

Mie instan

Makanan yang cukup digemari masyarakat kita juga tergolong junk food yang harus Anda batasi. Berbagai jenis mie instan umumnya rendah vitamin dan nutrisi tetapi tinggi garam.

Kadar garam yang tinggi akan membuat ginjal bekerja ekstra keras dan membebani pembuluh darah. Terlalu sering mengonsumsi mi instan berisiko mengalami tekanan darah dan pengapuran tulang.

Goreng

Banyak orang menyukai gorengan sebagai camilan. Makanan ini mengandung banyak kalori dan lemak tidak sehat. Selain mudah membuat obesitas, gorengan juga menyebabkan penyakit jantung.

Dalam proses penggorengan akan terbentuk zat karsiogenik yang dapat menyebabkan kanker. Oleh karena itu, sebaiknya hindari atau batasi konsumsi makanan ringan tersebut untuk menjaga kesehatan tubuh.

Asinan Food

Seperti namanya, makanan asin mengandung banyak garam. Selain memberatkan ginjal, junk food juga kurang baik untuk kesehatan, apalagi jika terlalu sering mengonsumsinya.

Konsumsi garam yang tinggi juga meningkatkan risiko berkembangnya lambung dan radang usus serta hipertensi. Bahaya lain dari makanan ini adalah penambahan amonium nitrit yang dapat memicu terjadinya kanker.

Permen Kering dan Beku

Saat ini banyak juga yang menjual manisan kering dan beku yang menjadi favorit masyarakat. Padahal ini termasuk junk food yang kurang baik untuk tubuh karena banyaknya bahan tambahan.

Aditif manis kering ini seperti garam nitrat yang dapat memicu zat karsinogenik yang berbahaya bagi tubuh. Permen yang beku seperti es krim atau lainnya juga mengandung lemak dan gula yang tinggi yang dapat memicu terjadinya obesitas.

Makanan beku

Saat ini juga banyak terdapat makanan siap masak berupa makanan beku. Makanan tersebut umumnya terbuat dari olahan daging sapi atau ayam seperti nugget, sosis, tempura, dan lainnya. Tapi ini juga termasuk junk food.

Pasalnya, dalam proses pengolahannya banyak kandungan nutrisinya yang rusak atau hilang. Penambahan garam dan pengawet nitrit juga dapat memberatkan hati dan berbahaya bagi tubuh.

Itulah berbagai junk food dan bahayanya yang harus Anda kenali dan batasi konsumsinya. Makanan ini memang berbeda dengan fast food meski sama-sama tidak bergizi. Konsumsi yang sering dari mereka dapat menyebabkan penyakit berbahaya. (R11 / HR-Online)

Editor: Eva Latifah

Postingan Junk Food, Bahaya dan Perbedaannya dengan Fast Food muncul pertama kali di Harapan Rakyat Online.