Gejala Penyakit Kolera, Penyebab dan Cara Mengatasinya

Mercedes Benz EQC

Gejala Penyakit Kolera, Penyebab dan Cara Mengatasinya

Gejala kolera umumnya tidak mudah dideteksi, terutama pada saat timbulnya penyakit. Namun penyebab kolera sudah pasti karena bakteri. Cara mengatasi kolera cukup dengan menjaga kebersihan saat mengonsumsi makanan dan minuman.

Kolera adalah jenis kelainan yang menyerang dan menginfeksi saluran pencernaan manusia sehingga menyebabkan dehidrasi atau diare kronis. Orang menyebutnya taun.

Penyebab kolera adalah adanya bakteri bernama vibrio cholerae yang masuk ke dalam tubuh melalui konsumsi minuman atau makanan yang terkontaminasi. Penderita kolera harus segera mendapat pengobatan karena jika terlambat maka akan berakibat fatal.

Seiring dengan tingkat kesadaran akan kebersihan lingkungan yang semakin tinggi, penyakit ini jarang terjadi di negara maju dengan sistem sanitasi yang baik. Namun demikian, di Asia Tenggara dan Afrika, kolera masih sering terjadi karena sanitasi yang buruk.

Gejala kolera umumnya tidak terlihat dan terjadi karena infeksi kronis yang berkembang menjadi diare berat. Kolera dapat ditularkan dari makanan atau air minum yang kotor dan terkontaminasi oleh bakteri Vibrio Cholerae.

Baca juga: Mengobati Diare Pada Anak Secara Alami dengan Daun Sendok Hingga Sirsak

Kolera atau diare akut, dikutip dari Wikipedia, merupakan penyakit lama akibat sanitasi dan sistem pembuangan yang buruk. Pada tahun 2020 terdapat 2,9 juta kasus dengan jumlah kematian mencapai 95 ribu orang.

Gejala Kolera yang Harus Diakui

Seperti Covid-19, kolera juga bisa menjadi epidemi yang menjangkiti satu atau banyak negara. Apalagi negara dengan kondisi yang memprihatinkan. Atau yang mengalami bencana alam dan perang yang memicu sanitasi buruk.

Penderita kolera terkadang tidak menunjukkan gejala apapun. Bahkan tak jarang orang yang mengalami serangan ini terlihat dalam keadaan sehat. Namun, ketika penyakitnya semakin parah dan akut, tanda-tanda baru muncul.

Secara umum, beberapa orang yang mengalami kolera menunjukkan gejala yang sangat ringan. Nah, berikut gejala umum kolera yang harus Anda ketahui.

Sering Mengalami Muntah dan Mual

Salah satu gejala mutlak penderita kolera adalah seringnya kondisi mual dan muntah. Hal tersebut tidak terlepas dari reaksi tubuh terhadap serangan bakteri yang menginfeksi tubuh.

Menderita Diare

Orang yang menderita kolera umumnya juga mengalami diare. Ini adalah gejala kolera yang paling umum. Kondisi ini terjadi karena pencernaan terinfeksi.

Namun gejala diare ini tidak sembarangan karena penderitanya akan mengeluarkan feses dalam jumlah banyak secara terus menerus. Bahkan dalam satu jam, pasien bisa mengeluarkan cairan hingga satu liter.

Orang yang mengidap kolera terkadang tidak menunjukkan tanda apapun. Kalaupun ada gejalanya, tidak serius sehingga banyak orang yang tertipu. Namun yang terpenting, penderita kolera biasanya akan sering buang air besar.

Hipoglikemia

Gejala kolera lainnya adalah hipoglikemia. Inilah kondisi dimana kadar gula dalam tubuh menjadi sangat rendah. Ini pertanda pertama seseorang menderita kolera.

Baca juga: Keputihan berwarna kuning dan penyebabnya yang harus Anda ketahui

Situasi seperti itu umumnya terjadi pada anak-anak yang penyebabnya adalah dehidrasi atau kekurangan cairan dalam tubuhnya. Akibatnya bisa menyebabkan pingsan, kejang, dan koma.

Mengalami Dehidrasi

Dehidrasi juga merupakan gejala umum kolera. Hal ini dikarenakan penderita akan mengeluarkan banyak cairan akibat diare. Berdasarkan penelitian, dari 20 orang yang terjangkit kolera, hanya satu orang yang mengalami gejala parah.

Misalkan diare berair kronis terjadi bersamaan dengan dehidrasi dan mual dan muntah. Dehidrasi merupakan kondisi kekurangan cairan dalam tubuh dengan ciri-ciri sebagai berikut.

  1. Kram otot
  2. Selalu mengalami rasa haus atau haus
  3. Menderita tekanan darah rendah
  4. Selaput kelopak mata, hidung, tenggorokan, dan mulut mengalami kekeringan
  5. Elastisitas yang muncul di kulit tidak lagi terlihat
  6. Jantung berdetak sangat cepat

Jika seseorang mengalami gejala kolera, segera hubungi dokter. Penyakit kolera harus segera mendapat penanganan medis yang tepat. Jika terlambat hanya beberapa jam, pasien bisa mengalami syok dan mengalami kematian.

Penyebab Penyakit Kolera

Berdasarkan berbagai penelitian, penyakit ini terjadi akibat penularan seseorang oleh bakteri bernama Vibrio Cholerae. Infeksi bakteri ini bisa disebabkan oleh konsumsi air danau, air sumur, atau air sungai.

Kolera juga sangat menular. Penularannya tidak hanya melalui kontak fisik manusia dengan manusia, tetapi juga melalui air dan makanan serta minuman yang terkontaminasi oleh bakteri vibrio cholerae.

Oleh karena itu, sebelum meminum air sebaiknya pastikan air minum tersebut bersih dan bebas dari bakteri vibrio cholerae. Selain itu, menggunakan media air pastikan aman dari bakteri kolera.

Baca juga: Gejala Awal Corona pada Anak Perlu Diperhatikan

Selain dari air dan media kuliner, kolera bisa menyebar melalui hewan. Tentu saja hewan yang telah terinfeksi bakteri vibrio cholerae. Ibarat ikan yang telah terinfeksi kemudian menjadi konsumsi manusia.

Selain mengetahui gejala kolera dan penyebabnya akibat bakteri vibrio cholerae, Anda juga harus mengenali berbagai faktor pemicu yang meningkatkan risiko terserang kolera.

  1. Memiliki golongan darah O
  2. Sanitasi yang buruk
  3. Satu rumah dengan pasien kolera

Itulah faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit usia lanjut atau kolera. Lalu bagaimana jika seseorang menderita kolera dan bagaimana pengobatannya?

Cara Mencegah dan Mengatasi Kolera

Setelah mengetahui penyebab dan gejala kolera, penanganan yang tepat dan tepat sangat penting. Kolera adalah penyakit berbahaya. Karena jika tanpa penanganan yang tepat bisa menyebabkan kematian mendadak.

Penyakit ini erat kaitannya dengan sistem sanitasi yang buruk. Oleh karena itu, mulut dan telapak tangan perlu dijaga kesehatan dan kebersihannya. Jika keduanya kotor atau terkontaminasi bakteri maka akan menimbulkan berbagai penyakit.

Karena itu sangat penting untuk memastikan tangan Anda selalu dalam kondisi bersih. Mulut juga harus dijaga agar hanya mengkonsumsi makanan yang bersih dan bergizi. Ini akan mencegah penularan kolera.

Sedangkan untuk mengobati kolera bisa secara alami dan medis. Jika Anda mengalami gejala kolera di awal penyakit seperti dehidrasi, Anda perlu segera minum untuk menggantikan cairan tubuh.

Baca juga: Gejala Ringan Infeksi Virus Corona Menurut Riset Terbaru, Jangan Diabaikan!

Untuk cara alami mengatasi kolera adalah dengan menggunakan air beras. Minum setengah gelas air rebusan beras bisa membantu penyembuhan. Lakukan secara rutin untuk mencegah dan mengobati kolera. Anda juga bisa minum air ekstrak daun pandan.

Tempat untuk Bakteri Vibrio Cholerae

Selain gejala kolera, Anda juga perlu mengenali penyebabnya. Bakteri ini masuk ke dalam tubuh dari makanan atau minuman yang kotor dan terkontaminasi bakteri tersebut.

Ada baiknya untuk mengetahui di mana bakteri vibrio cholerae hidup agar dapat terhindar dari hal tersebut, diantaranya:

  1. Makanan laut dan ikan mentah sering menjadi inang bakteri ini. Jadi untuk mengkonsumsinya dan mencegah kolera, ikan harus dimasak sampai matang.
  2. Sayuran yang tumbuh di permukaan tanah juga mudah terkontaminasi kotoran penderita kolera. Karena itu penting untuk membersihkan dan memasak sayur hingga matang sebelum dimakan.
  3. Minuman dan makanan yang tidak bersih atau higienis bisa menjadi sumber kolera.
  4. Es batu juga bisa terkontaminasi bakteri kolera.
  5. Sanitasi bersih tidak menjamin kesehatan. Bisa jadi terkontaminasi oleh bakteri kolera.

Itulah berbagai gejala kolera yang harus Anda kenali sejak dini. Dengan mengetahui tanda dan penyebabnya, Anda bisa mencegah dan menghindarinya sebelum terlambat. (R11 / HR-Online)

Postingan Gejala Kolera, Penyebab dan Cara Mengatasinya muncul pertama kali di Harapan Rakyat Online.