Gejala Penyakit Jantung Koroner, Penyebab dan Pemicu Penyakit

CBR150R Motor Honda 150 cc

Gejala Penyakit Jantung Koroner, Penyebab dan Pemicu Penyakit

Gejala penyakit jantung koroner umumnya ditandai dengan nyeri dada mendadak. Ada banyak faktor penyebab penyakit jantung koroner. Entah karena gaya hidup yang tidak sehat, penyakit lain atau faktor keturunan.

Penyakit ini juga populer dengan sebutan penyakit jantung iskemik, penyakit jantung arteriosklerotik, atau penyakit arteri koroner. Jenis kelainan jantung ini termasuk yang paling menakutkan dan mematikan.

Berdasarkan data yang disampaikan Kementerian Kesehatan RI, penyakit jantung koroner merupakan penyakit berbahaya yang menyebabkan banyak kematian di dunia. Di Indonesia, angka kematian akibat penyakit ini mencapai 35 persen.

Penyakit jantung koroner atau PJK terjadi karena adanya penyumbatan parsial pada aliran darah ke jantung.

Penyakit ini juga tidak mengenal usia, dan dapat menyerang orang dewasa maupun anak-anak. Oleh karena itu sangat penting untuk mengenali gejala penyakit jantung koroner agar mudah dalam melakukan pencegahan.

Penyumbatan pembuluh darah ini bisa disebabkan oleh banyak faktor. Baik karena tekanan darah tinggi, diabetes melitus, obesitas, kebiasaan merokok, dan kolesterol tinggi. Itu semua adalah faktor utama penyumbatan pembuluh darah penyebab penyakit jantung koroner.

Penyumbatan pembuluh darah menyebabkan suplai darah ke jantung tersumbat. Sehingga kinerja jantung menjadi terganggu. Jika dibiarkan, jantung akan mengalami kerusakan kronis. Sehingga penanganannya harus dilakukan dengan tepat dan cepat.

Gejala Penyakit Jantung Koroner

Setiap orang berpotensi terkena penyakit jantung koroner. Mengenali gejala penyakit ini sejak dini penting dilakukan agar kita lebih berhati-hati terhadap penyakit yang “mahal” ini. Berikut gejala penyakit jantung koroner yang harus Anda ketahui.

Inilah salah satu tanda utama seseorang mengalami serangan jantung koroner. Yang menyebabkan kondisi mendadak ini adalah sangat minimnya suplai darah ke jantung akibat penyumbatan.

Sakit di dada

Nyeri dada bisa terjadi kapan saja. Seperti saat berolahraga, melakukan aktivitas sehari-hari, atau saat seseorang sedang stres fisik dan emosional.

Mual dan muntah

Gejala penyakit jantung koroner lainnya termasuk mual dan muntah. Kondisi ini biasanya disertai dengan keringat dingin. Ini terjadi karena otot jantung memiliki aliran darah dan oksigen yang minim.

Sengal-sengal

Orang yang menderita penyakit jantung koroner bisa dikenali karena sering sesak napas. Kondisi ini disebabkan performa jantung tidak berjalan normal lagi. Sulitnya darah mengalir ke paru-paru yang membuat penderitanya sulit bernapas.

Mudah lelah

Gejala penyakit jantung koroner lainnya yang juga sering terjadi adalah kelelahan. Hal tersebut terjadi karena suplai darah dan oksigen ke otot jantung tidak berjalan dengan lancar.

Tersumbatnya suplai darah menyebabkan fungsi jantung tidak bekerja dengan baik. Mudah lelah pada penderita jantung koroner biasanya disertai sakit kepala akibat aliran darah yang terhambat.

Mengenali gejala penyakit jantung koroner sangat penting untuk mencegah kondisi yang lebih parah. Untuk mengetahui apakah kita mengidap penyakit ini, Anda bisa melakukan pemeriksaan yang baik dengan treadmill, rekam jantung, CT Coronary Angiography dan kateterisasi jantung.

Faktor penyebab penyakit jantung koroner

Penyakit jantung koroner merupakan salah satu jenis penyakit yang paling ditakuti. Penyebab penyakit ini karena terganggunya pembuluh darah koroner atau pembuluh darah di organ jantung. Gangguan ini terjadi karena adanya penyumbatan pada dinding arteri.

Penyakit Jantung Koroner, Penyebab dan Pemicu Penyakit
Ilustrasi Penyakit Jantung Koroner. Foto: Ist / Net

Kondisi ini terjadi karena penumpukan produk limbah dari metabolisme makanan dan kolesterol yang disebut ateroma. Penumpukan ateroma secara perlahan akan membuat dinding arteri semakin tebal dan salurannya semakin sempit.

Saat gejala penyakit jantung koroner muncul, hal itu terjadi karena asupan oksigen dan darah ke jantung terganggu. Keadaan ini disebut aterosklerosis. Aspek-aspek berikut dapat memicu terjadinya aterosklerosis yang merupakan penyebab penyakit jantung koroner.

Merokok

Merokok merupakan kebiasaan buruk yang dapat memicu penyakit jantung koroner. Dalam kepulan asapnya, sebatang rokok mengandung karbon monoksida dan nikotin yang dapat memicu penggumpalan darah.

Kedua zat berbahaya ini juga terbukti membebani kinerja organ jantung sehingga bisa menyebabkan penyakit jantung koroner. Zat ini juga akan mengganggu dinding arteri jantung. Sehingga dinding rusak sehingga memicu terjadinya penyempitan.

Diabetes mellitus

Penderita diabetes lebih rentan terkena penyakit jantung koroner. Ini karena kelainan gula darah akan mengganggu aliran darah dan membuat dinding pembuluh darah menjadi tebal. Sehingga aliran darah tersumbat dan memicu penyakit jantung koroner.

Tekanan darah tinggi

Munculnya gejala penyakit jantung koroner bisa dipicu oleh hipertensi. Hipertensi atau tekanan darah tinggi bisa terjadi akibat mengonsumsi makanan yang mengandung garam tinggi. Hipertensi bisa menjadi penyebab penyakit jantung koroner karena memicu jantung untuk bekerja lebih keras lagi.

Trombosis

Trombosis adalah gumpalan darah yang terjadi di arteri dan vena. Hal ini mengakibatkan terhambatnya suplai darah ke organ jantung. Jika hal ini dibiarkan meningkatkan kemungkinan terkena penyakit jantung koroner.

Kolesterol Tinggi

Gejala penyakit jantung koroner berupa sesak napas bisa menyerang seseorang yang memiliki kolesterol tinggi. Kolesterol adalah lemak yang diproduksi oleh hati. Peran kolesterol sangat penting dalam upaya membentuk sel-sel yang baik. Tapi kalau terlalu banyak bisa jelek.

Kolesterol yang terkandung dalam tubuh manusia terdiri dari dua jenis yaitu kolesterol jahat dan kolesterol baik. Kolesterol jahat akan menempel di dinding arteri sehingga menyebabkan penyumbatan pada pembuluh darah.

Obesitas Akibat Kegemukan

Berat badan yang berlebihan juga menjadi salah satu penyebab penyakit jantung koroner. Banyak penelitian menemukan bahwa orang yang kelebihan berat badan memiliki risiko lebih besar terkena penyakit jantung koroner.

Kurang olah raga

Orang yang tidak banyak bergerak lebih berisiko terkena penyakit jantung. Sebaliknya, orang yang rajin berolahraga kecil kemungkinannya untuk terkena penyakit ini. Olahraga bisa menurunkan tekanan darah, gula darah, kadar kolesterol, dan jauh dari obesitas.

Diet Tidak Sehat

Pola makan yang tidak sehat seperti banyak mengonsumsi makanan yang mengandung lemak jenuh, gula dan garam dapat meningkatkan risiko dan menyebabkan penyakit jantung koroner. Makanan tersebut juga bisa membuat kegemukan.

Sejarah keluarga

Orang yang memiliki anggota keluarga yang menderita penyakit jantung koroner memiliki risiko lebih besar terkena penyakit jantung koroner. Penyakit ini dikenal sebagai penyakit yang berasal dari gen.

Itulah berbagai gejala penyakit jantung koroner yang harus dikenali dan diwaspadai sejak dini. Anda juga perlu mengetahui berbagai faktor penyebab penyakit jantung koroner untuk mencegah atau tetap waspada saat serangan datang. (R11 / HR-Online)

Postingan Gejala Penyakit Jantung Koroner, Penyebab dan Pemicu Penyakitnya muncul pertama kali di Harapan Rakyat Online.