Cluster Covid-19 Long Weekend Terus Berulang, Perlu Aturan Yang Kuat

Rem Sepeda Motor, Kenali Sistem Kerja dan Jenisnya

Cluster Long Weekend Covid-19 Terus Berulang, Perlu Aturan Yang Kuat

Cluster long weekend harus diwaspadai sebagai salah satu pemicu meningkatnya penularan virus Covid-19. Oleh karena itu, jika long weekend terus dilanjutkan untuk meningkatkan aktivitas perekonomian, aturan ketat harus dipatuhi.

“Meningkatnya angka positif kasus positif Covid-19 ini karena banyaknya pelanggaran protokol kesehatan, terutama saat long weekend,” kata Wakil Ketua Umum IDI (Ikatan Dokter Indonesia), dr Moh Adib Khumaidi SpOT.

Moh Adib Khumaidi menyampaikan hal tersebut saat berbicara dalam dialog di Media Center Graha BNPB Jakarta, baru-baru ini dan disiarkan di YouTube BNPB. Dalam kesempatan itu, Moh Adib menyinggung beberapa fakta sebelumnya soal peningkatan jumlah kasus Covid-19 beberapa kali pasca libur panjang.

Baca juga: Aplikasi Perubahan Perilaku 3M Memantau 3,8 Juta Titik Penahanan Virus Corona

“Selama long weekend di bulan Mei, terjadi peningkatan kasus positif sebesar 20 persen. Akhir Agustus juga terjadi peningkatan kasus terkonfirmasi lebih dari 10 persen dan tingkat tes naik 20 persen, ”ujarnya.

Cluster long weekend, menurut Adib Khumaidi, tidak lepas dari meningkatnya aktivitas dan dinamika di masyarakat. Liburan panjang akan memicu keramaian orang di berbagai tempat liburan.

Meski angka kasus aktif mulai menurun dalam dua bulan terakhir, kini mulai meningkat lagi.

“Saat ini fluktuasi penderita Covid-19 belum mencapai puncaknya. Angka saat ini masih belum stabil karena sangat bergantung pada dinamika masyarakat,” kata ahli ortopedi ini.

Hambatan Menekan Long Weekend Cluster

Sementara itu, ahli penyakit dalam dr Andi Khomeini Takdir Haruni, SpPD (K) mengatakan masih ada tantangan besar dalam mengajak masyarakat dan berbagai pihak untuk memerangi Covid-19, terutama untuk menekan cluster long weekend.

Dokter konsultan Rumah Sakit Darurat Covid-19 ini melihat 3 tantangan besar dalam menghadapi Covid-19. Pertama, menurutnya, sulitnya memberikan edukasi kepada pasien dan keluarganya.

Kesulitan ini akibat kesalahpahaman masyarakat terhadap pandemi Covid-19. “Saat saya berkeliling ke berbagai daerah, tantangan infodemik turut mewarnai langkah kami dalam mengatasi pandemi,” ujarnya.

Infodemik, menurut Dr. Andi Khomeini, merupakan disinformasi dan adanya multitafsir publik tentang Covid-19. Kondisi ini tidak lepas dari banyaknya informasi atau berita yang salah.

Baca juga: Menristek: Vaksin Covid-19 Buatan Indonesia Sangat Dibutuhkan

Tangan kedua, lanjutnya, adalah komunikasi dengan pemangku kepentingan, terutama aparat dan tokoh masyarakat di tingkat lokal. Kesulitan ini karena masih banyak tokoh yang belum memahami pandemi secara benar.

Padahal pemangku kepentingan lokal ini memiliki peran strategis dalam mengajak masyarakat menghadapi pandemi Covid-19, ujar dokter spesialis penyakit dalam ini. Tantangan ini juga akan mempersulit pencegahan cluster long weekend.

Pasien Komorbid

Sedangkan tantangan ketiga terkait keterbatasan tenaga medis. Dalam penanganan penderita Covid-19, menurut Andi, akan lebih efektif bila penderita mengenali dan menangani penyakit bawaannya terlebih dahulu.

Komorbiditas juga menentukan keberhasilan penanganan pasien Covid-19. “Jika komorbid ini bisa diperbaiki dulu, maka potensi kesembuhan pasien akan meningkat,” ujarnya.

Oleh karena itu, Dr. Moh Adib Khumaidi menyampaikan pentingnya adanya regulasi yang jelas dan tegas dari pemerintah dalam mengatur pelaksanaan long weekend. “Untuk mencegah long weekend cluster, perlu ada sanksi dan sanksi bagi yang melanggarnya,” ujarnya.

Baca juga: Sebelum dianggap efektif, yang terpenting adalah diuji keamanan vaksin Covid-19

Wakil Ketua IDI mengatakan, pemerintah tentu punya pertimbangan memberikan libur panjang di akhir pekan. Selain itu, hal ini juga bertujuan untuk lebih meningkatkan dinamika perekonomian masyarakat.

Aturan ketat harus diterapkan mulai dari saat perjalanan atau mengenai transportasi, hotel dan penginapan, hingga tempat wisata lainnya. Pelaku usaha dan pariwisata juga perlu dilibatkan agar hasilnya lebih efektif.

Prinsip 3M yang meliputi memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan harus menjadi budaya baru. Dengan saling disiplin dan kesadaran, kata Adib, cluster long weekend bisa ditekan atau dicegah. (Bgj / R2 / HR-Online)

Editor: Subagja Hamara

Postingan Long Weekend Covid-19 Cluster Terus Berulang, Perlu Aturan Ketat muncul pertama kali di Online People's Hope.