Bunda, inilah cara mencegah risiko diabetes pada keluarga tercinta sejak dini

Pencegahan penyakit diabetes bisa dimulai dari menerapkan pola hidup sehat dan dari anggota keluarga terdekat. Pola hidup sehat bisa dilakukan secara sederhana, dimulai dengan pola makan sehat, aktivitas fisik, dan menjaga kesehatan mental.

Sebagai pelindung keluarga di rumah, Ibu berperan penting dalam mengingatkan dan mendidik anggota keluarga untuk menjalani pola hidup sehat khususnya anak. Menjaga kualitas hidup sehat adalah sebuah upaya mencegah dan mengendalikan risiko diabetes. Jadi, kenali dulu penyebab dan gejala diabetes, serta langkah pencegahan diabetes dalam keluarga.

Penyebab dan faktor risiko diabetes

Diabetes adalah kondisi saat kadar gula atau glukosa dalam darah tinggi. Glukosa merupakan sumber energi utama yang berasal dari makanan. Saat masuk ke dalam tubuh, hormon insulin, yang diproduksi oleh pankreas, membantu mengubah glukosa menjadi energi. Bagi penderita diabetes, produksi insulin terhambat atau tubuh tidak mampu menggunakan hormon insulin. Sehingga gula yang beredar di dalam darah menjadi tinggi.

Penyebab diabetes dapat dikenali dari masing-masing jenisnya:

  • Penyebab diabetes tipe 1

Hingga saat ini, penyebab pastinya belum diketahui diabetes tipe 1. Namun, diketahui bahwa diabetes tipe 1 terjadi karena sistem kekebalan menyerang dan menghancurkan sel penghasil insulin di pankreas. Sistem kekebalan mengenali insulin sebagai zat asing yang perlu diberantas. Akibatnya, tubuh banyak menumpuk gula di dalam darah, karena insulin beredar dalam jumlah kecil. Biasanya diabetes tipe 1 dipicu oleh faktor riwayat keluarga.

  • Penyebab diabetes tipe 2

Diabetes tipe 2 terjadi ketika tubuh resisten atau tidak merespons insulin, yang mengubah glukosa dalam darah menjadi energi. Ini menghasilkan penumpukan gula dalam darah. Biasanya diabetes tipe 2 diikuti oleh faktor risiko obesitas dan gaya hidup yang tidak sehat.

keluarga

Alangkah baiknya Anda memahami apa saja risiko diabetes dalam keluarga Anda. Berikut ini adalah faktor risiko diabetes yang harus diketahui.

1. Sejarah keluarga

Riwayat diabetes keluarga dapat meningkatkan kemungkinan Anda terkena risiko diabetes. Misalnya, seorang anak sangat mungkin terkena diabetes jika ayah, ibu, atau saudara kandungnya menderita diabetes. Penting untuk diketahui apakah Anda atau keluarga Anda memiliki faktor risiko ini atau tidak. Dengan mengetahui riwayat keluarga yang berisiko terkena diabetes, tentunya Anda dan keluarga bisa tanggap dalam mencegah dan mengelola diabetes.2

2. Kurangnya aktivitas fisik

Menerapkan gaya hidup yang tidak banyak bergerak atau aktivitas fisik minimal juga berkontribusi terhadap risiko diabetes. Aktivitas fisik yang rutin berperan penting dalam mengatur peredaran gula darah, sehingga memicu aksi insulin dalam mengubah gula darah menjadi energi. Jika tubuh kekurangan aktivitas fisik maka berisiko bagi tubuh untuk mengalami peningkatan kadar glukosa. 2

Selain itu, hormon insulin tidak dapat distimulasi untuk bekerja secara optimal dalam menarik glukosa menjadi energi. Maka dari itu, penting bagi para ibu untuk mengajak anggota keluarga melakukan aktivitas fisik bersama untuk mengurangi faktor risiko tersebut.

3. Obesitas

Kelebihan berat badan atau obesitas sering kali dikaitkan dengan berbagai penyakit, termasuk diabetes. Umumnya, obesitas terjadi ketika seseorang tidak mengatur berat badan dengan melakukan aktivitas fisik secara teratur dan mengikuti pola makan yang sehat. Seseorang yang dikategorikan diabetes adalah jika indeks massa tubuhnya di atas skala 30. Sesekali pantau indeks massa tubuh anggota keluarga, terutama anak-anak penderita diabetes. kalkulator ini.

Sel-sel tubuh pada orang gemuk menjadi kurang sensitif terhadap kerja insulin. Ketidakpekaan ini menyebabkan resistensi insulin, yang menyebabkan kadar insulin lebih tinggi daripada kadar gula darah. Artinya insulin tidak efektif menurunkan kadar gula darah.4

4. Diet tidak sehat

Makanan tinggi gula atau lemak dapat meningkatkan risiko diabetes. Dampaknya tidak langsung. Namun jika konsumsi yang tidak terkontrol ditambah aktivitas fisik yang minim bisa memicu obesitas. Sebelumnya disebutkan, obesitas dapat meningkatkan risiko diabetes, karena tubuh resisten terhadap hormon insulin.

Berawal dari pola makan yang tidak sehat bisa memicu penyakit diabetes. Agar hal ini tidak terjadi, Anda bisa mendorong keluarga Anda untuk menjalankan pola makan sehat dan mengambil langkah lain untuk mencegah diabetes.

Gejala diabetes itu perlu diwaspadai

timbangan kesehatan

Sulit untuk mengetahui berapa lama faktor risiko memicu gejala diabetes. Menurut halaman tersebut Sekolah Kedokteran Harvard, perkembangan diabetes bisa terjadi dalam waktu sekitar tiga sampai lima tahun. Sebelum mencapai diabetes, seseorang akan memasuki fase pradiabetes, yaitu saat gula darah berada di atas batas normal.

Berikut ini adalah kadar gula darah puasa normal, pradiabetes dan diabetes secara umum.7

  • Gula darah normal: kurang dari 140 mg / dL
  • Pradiabetes: 140 hingga 199 mg / dL
  • Diabetes: di atas 200 mg / dL

Selain memantau gula darah, ibu juga perlu waspada untuk mengetahui gejala diabetes pada keluarga yang juga dialami anak.

  • Sering haus dan buang air kecil. Kelebihan gula dapat menumpuk di aliran darah, sehingga menyerap cairan di jaringan sekitarnya. Tubuh membutuhkan cairan pengganti, sehingga rasa haus sering muncul. Akibatnya, dia lebih sering minum dan buang air kecil lebih banyak dari biasanya.
  • KelelahanIni karena gula di dalam tubuh tidak diproduksi secara optimal untuk energi.
  • Penurunan berat badan, Tanpa energi yang cukup dari gula, jaringan otot dan lemak tubuh akan menyusut untuk mendapatkan energi cadangan. Inilah yang menyebabkan terjadi penurunan berat badan ekstra.
  • Penglihatan kabur, karena gula dalam darah menyerap cairan di jaringan tubuh. Termasuk menyerap cairan di lensa mata, sehingga membuat penglihatan kabur.
  • Nafasnya berbau seperti buah, karena produksi keton berlebih di hati untuk memecah lemak menjadi energi, karena tubuh tidak dapat mengubah glukosa menjadi energi. Produksi keton yang berlebihan bisa menjadi racun karena membuat darah menjadi asam. Kondisi ini dikenal sebagai ketoasidosis diabetikum.
  • Rasa lapar yang ekstrim, karena tubuh tidak mendapatkan energi dari glukosa dalam darah. Kekurangan energi, membuat penderita diabetes terus menerus merasa lapar.
  • Kehilangan selera makanDi satu sisi, seorang anak atau orang dewasa dengan diabetes bisa kehilangan nafsu makan. Jika menderita ketoasidosis diabetikum, sangat mungkin ia mengalami infeksi seperti demam, batuk, dan radang tenggorokan karena daya tahan tubuhnya menurun.

Mencegah dan mengendalikan diabetes dalam keluarga sejak usia dini

keluarga itu tertawa

Setelah mengetahui penyebab, faktor risiko, dan gejala diabetes, kini saatnya melakukannya pencegahan dan pengendalian diabetes dalam keluarga sejak usia dini. Apalagi bagi anak-anak, tentunya perlu membiasakan diri menjalani pola hidup sehat. Namun, kesehatan si kecil perlu tetap dijaga, karena jalannya masih panjang.

Cara yang bisa dilakukan adalah dengan menerapkan pola hidup sehat. Berdasarkan jurnal Perawatan Diabetes, intervensi gaya hidup sehat, seperti aktivitas fisik, menjaga berat badan, dan memilih pola makan sehat, secara efektif dapat membantu menjaga kadar gula darah.

Berikut beberapa cara mencegah dan mengendalikan diabetes pada keluarga tercinta:

1. Aktivitas fisik rutin

mencegah diabetes bagi keluarga

Jika Anda dan keluarga biasanya menikmati acara televisi bersama di waktu luang, mulailah sekarang untuk menyisihkan waktu 30 menit untuk aktivitas fisik. Olahraga yang dilakukan bersama keluarga pasti akan terasa lebih menyenangkan dan seru. Ada berbagai aktivitas fisik yang bisa dipilih, misalnya jalan-jalan pagi, bersepeda keliling kompleks, mengikuti gerakan aerobik dalam video kelompok, atau yoga. 2

Menjaga tubuh tetap aktif setiap hari, membantu sel-sel tubuh mendukung kerja insulin dalam mengubah glukosa menjadi energi. Ini merupakan upaya sederhana yang dapat dilakukan untuk mencegah obesitas dan menjaga berat badan, sehingga keluarga dapat terhindar dari risiko diabetes.

2. Pantau gula darah secara teratur

membaca hasil pemeriksaan gula darah

Kapan terakhir kali Anda dan keluarga memeriksa gula darah? Memeriksa gula darah secara rutin merupakan salah satu langkah pencegahan diabetes dalam keluarga.

Mengutip Sekolah Kedokteran Harvard, menurut David M. Nathan, Profesor dan Direktur Sekolah Kedokteran Harvard Pusat Diabetes dan Pusat Penelitian Klinis di Rumah Sakit Umum Massachusetts, pemantauan gula darah perlu diperiksa setiap tiga tahun di laboratorium. Namun, jika Anda atau anggota keluarga menderita pradiabetes, ada baiknya Anda memeriksakan kadar gula darah setiap tahun. Yuk, rutin cek gula darah keluarga.

3. Menerapkan pola makan yang sehat dan seimbang

potret seorang anak yang menikmati makanan sehat dan minum susu, seperti bebas sukrosa atau rendah laktosa

Terapkan pola makan yang sehat dapat menjauhkan keluarga dari diabetes. Pola makan sehat dengan pemilihan nutrisi yang tepat membantu tubuh menstabilkan gula darah, dan menghindari lonjakan gula darah tinggi. Pastikan Anda menyajikan makanan sehat dengan gizi seimbang, yaitu:

  • Makanan pokok: Beras merah, kentang, jagung
  • Protein hewani: ikan, ayam tanpa lemak, daging tanpa lemak
  • Protein nabati: kacang-kacangan, tahu, tempe
  • Sayuran: brokoli, wortel, bayam, kangkung, buncis dan banyak lagi
  • Buah-buahan: apel, pisang, stroberi, blueberry, melon, madu

Pastikan jenis makanan di atas selalu masuk dalam menu harian keluarga. Untuk jenis karbohidrat ini, Anda bisa memilih karbohidrat sederhana agar gula cepat diolah menjadi energi di dalam tubuh. Karbohidrat sederhana mudah ditemukan di berbagai buah dan sayuran.

Selain itu, jangan lupa batasi asupan gula Anda. Mungkin si kecil lebih suka ngemil kentang goreng, kue manis, atau minuman dengan tambahan gula. Nah, Anda perlu membatasi ini. Misalnya dengan menyajikan camilan sehat, seperti salad buah, kue berbahan oat, kacang-kacangan, smoothie buah, yogurt, dan lain sebagainya.

4. Belajar mengenali kebutuhan nutrisi

makanan untuk pasien hepatitis

Selalu atur porsi makan yang cukup dan tidak berlebihan. Porsi makanan yang berlebihan bisa berdampak pada peningkatan berat badan hingga obesitas. Karena itu, ada baiknya Anda menghitung jumlah porsi gizi untuk keluarga.

Kebutuhan porsi makanan, termasuk asupan harian karbohidrat, protein dan lemak dapat dibedakan berdasarkan jenis kelamin dan rentang usia. Kamu bisa lihat tabel kecukupan gizi dari Kementerian Kesehatan RI sebagai rujukan.

Misalnya, Anda memiliki anak perempuan berusia 10 tahun. Saat melihat tabel pedoman kecukupan gizi, Si Kecil membutuhkan:

  • 5 gram lemak total
  • 55 gram protein
  • 280 gram karbohidrat

Selain itu, untuk menambah gizi seimbang keluarga, Anda bisa menyajikan susu yang menjaga kestabilan gula darah dengan indeks glikemik rendah (di bawah 55). Pilih susu yang telah diperkaya dengan nutrisi lengkap, mulai dari protein, omega 3 dan 6, kalsium, karbohidrat kompleks, MUFA (asam lemak tak jenuh tunggal), serta 30 vitamin dan mineral lainnya. Jangan lupa untuk menyajikan susu, perlu disesuaikan dengan rekomendasi yang tertera di kemasan.

Dengan mengetahui kebutuhan nutrisi, ibu dan keluarganya membantu mencegah terjadinya obesitas yang dapat berdampak pada diabetes dalam keluarga. Jika ingin rekomendasi lebih detail, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan ahli gizi.

5. Hindari stres

keluarga bahagia

Stres bukan satu-satunya faktor yang berhubungan langsung dengan diabetes. Namun, stres secara alami dapat meningkatkan risiko kenaikan kadar gula darah dalam tubuh. Saat tubuh sedang stres, kelenjar adrenal memicu pelepasan glukosa yang disimpan di berbagai organ tubuh. Ini dapat menyebabkan peningkatan kadar glukosa tinggi dalam darah.

Selain itu, beberapa orang menghilangkan stres dengan makan banyak. Jika pelampiasan ini menjadi kebiasaan, sangat mungkin baginya untuk mengembangkan risiko diabetes. Karenanya, penting untuk mengatur mood dalam keluarga.

Bisa dimulai dengan saling mendengarkan jika ada anggota keluarga yang bermasalah. Anda juga bisa bertanya kepada anak, bagaimana hari-harinya di sekolah atau apakah ada hal-hal yang membutuhkan bantuan. Saling memberi ruang untuk berbicara dan membantu mereka mencari solusi bisa menjadi cara yang bagus untuk mencegah stres.

6. Segera periksa ke dokter jika ada keluhan

dokter

Jika suatu saat ada anggota keluarga yang mengalami berbagai keluhan yang mirip dengan gejala diabetes, segera periksakan ke dokter. Pemeriksaan dini untuk mengidentifikasi gejala diabetes merupakan langkah untuk mengelola dan mencegah diabetes. Dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan terkait keluhan yang dirasakan. Jadi, jangan abaikan jika Anda atau anggota keluarga ada keluhan atau kondisi kesehatan.

Yuk, lakukan enam cara di atas untuk menjaga kesehatan keluarga guna mengurangi risiko diabetes. Utamanya, pastikan untuk mengatur pola hidup sehat mulai dari rutinitas aktivitas fisik, menerapkan pola makan sehat, dan mengecek gula darah secara rutin. Semoga kesehatan dan keluarga Anda selalu terlindungi!

Postingan Bunda, Ini Cara Mencegah Risiko Diabetes pada Keluarga Tercinta Sejak Dini muncul pertama kali di Hello Sehat.