Biaya Pengobatan Penderita Covid-19 Bisa Mencapai Setengah Miliar

Porsche 911 Turbo 2021 Hadir dengan Performa yang Lebih Bertenaga

Biaya Perawatan Penderita Covid-19 Bisa Mencapai Setengah Miliar

Berita Nasional, (harapanrakyat.com), – Biaya perawatan pasien Covid-19 sangat mahal. Bahkan bisa mencapai lebih dari setengah miliar rupiah. Karena itu sangat penting dilakukan pencegahan dengan perubahan perilaku baru yang sehat.

“Biaya pengobatan penyakit ini sangat mahal. Untuk penderita COVID-19 saja, biaya yang dikeluarkan bisa mencapai Rp 600 juta,” ujar Prof.Dr.Dr Hasbullah Thabrany, dilansir dari situs covid19.go.id.

Pernyataan Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia ini disampaikan dalam Dialog Juru Bicara dan Duta Besar Penyesuaian Kebiasaan Baru di Jakarta, Senin (16/11). Acara tersebut diselenggarakan oleh Komite Penanganan COVID-19 dan National Economic Recovery (KPCPEN).

Baca juga: Penderita Covid-19 Penderita Komorbid memiliki Risiko Kematian Tinggi

Mengutip hasil survei yang dilakukan di 9 provinsi di Indonesia, Prof Hasbullah menemukan bahwa rata-rata biaya yang harus dikeluarkan oleh seorang pasien Covid-19 yang menjalani perawatan di rumah sakit tersebut adalah Rp. 184 juta.

“Biaya ini untuk pengobatan di rumah sakit selama 16 hari rawat inap. Ini sudah termasuk biaya pengobatan,” kata guru besar UI tersebut. Biaya ini bisa lebih besar tergantung lama perawatan dan tingkat penyakitnya.

Sedangkan biaya yang paling tinggi menurut Prof Hasbullah Thabrany adalah Rp 446 juta. Ini adalah biaya terbesar untuk pengobatan pasien Covid-19.

Namun, pakar kesehatan masyarakat ini menilai biaya penanganan pasien Covid-19 juga bisa lebih tinggi. Menurut perhitungannya, biayanya bahkan bisa mencapai Rp. 600 juta.

Biaya Medis untuk Pasien Covid-19 Membahayakan Negara

Hasbullah Thabrany mengatakan, pandemi Covid-19 bukan hanya bencana penyakit terparah. Bencana ini juga merugikan perekonomian, terutama keuangan negara.

Pandemi Covid-19 berdampak buruk bagi negara. “Hingga saat ini biaya pengobatan pasien Covid-19 masih menjadi tanggung jawab negara dengan menggunakan dana APBN,” ujarnya.

Baca juga: Kisah Seorang Jurnalis Tertular Covid-19, Tidak Mengalami Gejala Menjadi Negatif

Untuk penanganan pandemi yang sudah berlangsung hampir 8 bulan ini, menurut Hasbullah, belanja negara sudah mencapai 800 triliun. Anggaran tersebut bersumber dari APBN, APBD, dan sumber dana desa.

Penggunaan anggaran ini tidak hanya untuk biaya perawatan pasien Covid-19, tetapi juga untuk pengobatan, peralatan, dan program pemulihan ekonomi yang terkena dampak pandemi COVID-19.

“Tapi kalau kita sakit jangan menyalahkan Tuhan. Karena Tuhan tidak akan memberikan musibah, pahala, atau rezeki tanpa melihat sejauh mana upaya kita,” ujarnya.

Mencegah Covid-19 Lebih Murah

Serangan penyakit, kata Hasbullah, merupakan bencana yang harus dihadapi. Namun, bencana ini juga bisa dicegah. Pencegahan efektif yang bisa dilakukan adalah dengan mengubah perilaku dan gaya hidup sehat.

Menurut Hasbullah, Covid-19 sebenarnya bisa dicegah. Triknya adalah dengan mendisiplinkan prinsip 3M. “Kita sudah tahu kalau sakit kita tidak bisa kerja,” ujarnya.

Baca juga: Aplikasi Perubahan Perilaku 3M Memantau 3,8 Juta Titik Deteksi Virus Corona

Dengan tidak tertular, dapat menghambat pengeluaran negara untuk biaya pengobatan bagi pasien Covid-19. “Manfaat selanjutnya dari kasus Covid-19 akan berkurang. Sehingga kerugian negara juga bisa berkurang,” ujarnya.

Jika masyarakat sadar dan disiplin dalam menjalankan gerakan 3M, tentunya dapat mencegah dan melindungi diri agar tidak tertular. Apalagi, mencegah penularan Covid-19 jauh lebih murah.

"Bayangkan saja, kalau pakai masker kain yang bisa dicuci biayanya kurang dari Rp 5.000. Murah sekali. Bandingkan saja kalau kita terjangkit virus Covid-19, gaji kita bisa habis untuk berobat," dia berkata.

Hasbullah bahkan membuat perhitungan yang menarik. Jika Anda memiliki penghasilan harian Rp. 100 ribu, maka seseorang yang terinfeksi bisa kehilangan Rp. 1,5 juta hanya untuk 15 hari pengobatan.

“Lebih baik kita keluarkan Rp 5.000 dengan disiplin menerapkan 3M daripada rugi satu setengah juta. Kita harus berpikir panjang, bukan hanya hari ini,” ujarnya. Apalagi, menurut dia, biaya perawatan pasien Covid-19 sangat mahal. (Bgj / R2 / HR-Online)

Editor: Subagja Hamara

Postingan Biaya Pengobatan Penderita Covid-19 Bisa Mencapai Setengah Miliar muncul pertama kali di Harapan Rakyat Online.