Batuk karena asam lambung dan cara mengatasinya

KIA Stinger 2021

Batuk karena asam lambung. Foto: Ilustrasi / Net.

Batuk akibat asam lambung bisa membuat penderitanya tersiksa. Biasanya batuk yang disebabkan oleh penyakit tersebut sebelumnya tidak merasakan gejala asam lambung yang naik.

Dirangkum dari berbagai sumber, acid reflux bisa kambuh minimal dua kali seminggu atau disebut GERD (penyakit refluks gastroesofagus).

Sebagaimana diketahui bahwa refluks asam merupakan masalah kesehatan. Dimana cairan asam yang berasal dari lambung kembali naik ke saluran makanan di bagian atas.

Gejala utama asam lambung meningkat adalah munculnya nyeri hingga terasa panas seperti terbakar (maag).

Nyeri dan panas ini dirasakan di perut bagian atas hingga dada. Bahkan, terkadang sakit asam lambung juga memicu gejala batuk kronis atau batuk terus-menerus.

Kenali ciri-ciri batuk akibat asam lambung

Menurut sejumlah ahli di Fakultas Kedokteran Universitas North Carolina, AS, batuk yang disebabkan oleh refluks asam adalah GERD.

Para ahli mengatakan bahwa 25 persen penyebab batuk kronis adalah GERD. Rata-rata, penderita tidak merasakan gejala khas jika asam lambung naik, seperti maag. Lain halnya dengan batuk yang disebabkan oleh gangguan pernapasan.

Selain itu, batuk akibat asam lambung yang meningkat juga memiliki beberapa tanda. Lantas, apa saja tandanya? Dirangkum dari berbagai sumber, berikut ini gambarannya;

Biasanya batuk muncul setelah makan atau pada malam hari; Batuk terjadi saat penderita berbaring; Batuk tidak dipicu oleh merokok atau konsumsi obat-obatan tertentu.

Kemudian, hasil rontgen pada dada juga normal, tidak seperti penderita asma atau gangguan kesehatan pernafasan lainnya.

Baca juga: Penyebab batuk berdahak mulai dari bronkitis hingga tuberkulosis

Penyebab Asam Lambung Bisa Memicu Batuk

Dilansir Medical News Today, ada dua penyebab asam lambung yang bisa memicu batuk. Pertama, batuk bisa terjadi sebagai refleks ketika asam lambung mengiritasi saluran makanan bagian atas.

Kedua, batuk karena asam lambung yang naik ke pipa makanan dapat menyebabkan sisa asam menetes di pita suara atau tenggorokan.

Jenis Penyakit Refluks Asam

Batuk akibat refluks asam dikenal sebagai LPR (refluks faring laring). Gejala LPR muncul ketika asam lambung memicu peradangan pada area tenggorokan dan pita suara.

Seperti batuk dengan suara serak atau sering berdehem karena merasakan ada sesuatu yang tersangkut di tenggorokan.

Diagnosis Batuk karena Asam Lambung

Batuk yang disebabkan oleh refluks asam tidak memiliki gejala spesifik seperti masalah pernapasan. Oleh karena itu, dokter menganjurkan untuk melakukan pemeriksaan khusus.

Untuk mengetahui penyebab batuk, biasanya penderita asam lambung akan disarankan untuk memeriksa endoskopi bagian atas dan memeriksa tingkat keasaman di kerongkongan.

Terkadang dokter juga memberikan obat jenis PPI (penghambat pompa proton) untuk asam lambung. Jika pasien rutin mengkonsumsi obat PPI, maka gejala batuknya mereda, kemungkinan besar batuk yang dialaminya karena asam lambung.

Baca juga: Penyebab Batuk Kering dan Cara Mudah Mengatasinya

Bagaimana memperbaikinya

Batuk akibat asam lambung yang tidak kunjung sembuh sebenarnya bisa diatasi dengan berbagai cara. Seperti, menjaga berat badan ideal. Cara ini untuk mengurangi tekanan pada perut.

Selain itu, berhentilah merokok, hindari makan berlebihan, dan makan perlahan. Kemudian setelah makan jangan langsung berbaring, posisi tidur dengan sandaran kepala lebih tinggi.

Jenis Makanan yang Harus Dihindari

Selain itu, penderita asam lambung juga disarankan untuk menghindari konsumsi makanan yang dapat memicu peningkatan asam lambung. Makanan ini termasuk makanan dan minuman yang digoreng atau berlemak, pedas, asam dan mengandung kafein dan alkohol.

Adapun beberapa sayuran dan buah-buahan yang memiliki kadar pH rendah atau di bawah normal dapat memicu naiknya asam lambung. Sayuran dan buah-buahan ini termasuk jeruk nipis, lemon, nanas, tomat, bawang putih, dan bawang merah.

Sebagai gantinya, penderita acid reflux bisa memilih sayur dan buah yang tidak begitu asam. Seperti wortel, kembang kol, brokoli, kacang-kacangan, biji-bijian, pisang, atau semangka.

Penderita acid reflux akan merasa tidak nyaman, seperti mulas, mulas, kembung, dan sering bersendawa. Begitu juga jika mengalami batuk akibat asam lambung, penderitanya akan semakin tersiksa.

Baca juga: Jenis Batuk dan Cara Mengatasinya

Ahli Gastroenterologi, Ekta Gupta, M.B.B.S., M.D., dari Johns Hopkins Medicine, mengatakan bahwa makanan / minuman berperan penting dalam pengendalian penyakit asam lambung.

Menurutnya, jenis diet tertentu merupakan terapi lini pertama untuk membantu penderita GERD. Selain itu, beberapa jenis makanan juga dapat mengendurkan otot sfingter esofagus.

Untuk menghindari semua pantangan tersebut, tidak cukup bagi penderita asam lambung untuk menjaga pola makan yang sehat.

Mereka juga disarankan untuk rutin berolahraga, cukup tidur, serta meminimalisir stres agar penyakit tidak mudah kambuh. (Eva / R3 / HR-Online)

Postingan Batuk Akibat Asam Lambung dan Cara Mengatasinya muncul pertama kali di Harapan Rakyat Online.