Bagaimana Menjaga Air Botol Aman dan Bersih?

Setiap hari Anda membutuhkan asupan cairan terutama air mineral untuk menjaga tubuh bekerja secara optimal. Dengan berbagai kegiatan atau rutinitas harian, air minum kemasan menjadi salah satu solusi praktis untuk memenuhi kebutuhan cairan harian.

Namun, ketika memilih produk air minum dalam kemasan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Selain itu, air kemasan juga perlu dipastikan kebersihan dan keamanannya. Apa dan bagaimana? Berikut ulasannya.

Penting untuk diperhatikan sebelum minum air kemasan

air botol

Untuk memenuhi asupan cairan orang dewasa, rata-rata Anda minimal perlu minum dua liter per hari. Namun, jumlah ini dapat berubah karena disesuaikan kembali dengan kegiatan sehari-hari yang dilakukan. Misalnya, ketika Anda melakukan olahraga tertentu, kebutuhan cairan tubuh Anda akan meningkat.

Persyaratan utama air minum dalam kemasan yang sudah layak dan aman untuk diminum dapat diketahui secara fisik, yang ditandai dengan:

  • Tidak berbau,
  • Tidak berwarna,
  • Hambar.

Pastikan juga produk tersebut terdaftar di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sehingga keamanannya terjamin. Selalu hati-hati memeriksa tanggal kedaluwarsa yang tercetak pada kemasan produk, dan pastikan produk berada di area penyimpanan yang sesuai yang direkomendasikan oleh setiap paket.

Pastikan juga segel botolnya masih kencang dan aman. Setiap produk minuman memiliki segel berbentuk cincin atau cincin pengaman di leher botol. Cincin itu dengan rapat menutup tutupnya, sehingga tidak mudah dibuka. Karena itu, Anda perlu "sedikit usaha" saat membuka tutup botol air mineral atau produk minuman dalam kemasan lainnya.

Fungsi segel cincin pada tutup minuman botol ini adalah tanda bahwa minuman tersebut belum dibuka dan diminum oleh orang lain. Selain itu, segel yang rapat juga mencegah air kemasan terpapar bakteri, virus, atau zat berbahaya lainnya.

Amankan air botolan untuk diminum

kebutuhan air minum untuk perokok

Sebagian besar air minum dalam kemasan telah melalui berbagai proses, seperti perizinan dan telah diatur dalam Konstitusi yang berlaku untuk memastikan keamanan air minum untuk kesehatan.

Kualitas air minum dalam kemasan dipastikan melalui inspeksi sanitasi, pengambilan sampel air, pengujian kualitas air, dan analisis hasil pemeriksaan laboratorium selalu dipantau.

Air matang memang dapat membunuh bakteri, virus, protozoa, atau agen patogen lainnya. Tapi itu tidak menghilangkan semua kontaminan setelah dimasak, beberapa jenis pestisida, hormon dan residu pupuk masih bisa tertinggal di dalam air bahkan setelah dimasak.

Selain itu, sumber air yang digunakan untuk minum juga harus memenuhi persyaratan, seperti jarak dari toilet. Dengan kata lain, meskipun air terlihat bersih, belum tentu aman untuk dikonsumsi.

Karena itu, air botolan adalah pilihan aman untuk diminum.

Buang wadah air bekas segera dan jangan digunakan kembali

Air minum dalam kemasan yang telah digunakan dapat mengandung bakteri atau jamur yang tumbuh di lingkungan yang lembab. Bakteri atau jamur dapat menempel di mulut, tangan, atau benda lain yang mungkin bersentuhan saat minum atau membuka botol.

Studi 2005 meneliti perkembangan bakteri dalam botol air pada dua suhu yang berbeda, yaitu 4 dan 23 derajat Celcius selama 0, 24 dan 48 jam setelah botol dibuka. Hasilnya, dari awalnya kurang dari 1 koloni bakteri per milimeter naik menjadi 38.000 koloni / milimeter dalam 48 jam setelah inkubasi pada 37 derajat Celcius.

Manfaat minum yang aman atau air mineral yang dijamin atau botol

Air mineral memiliki banyak manfaat, termasuk membantu memaksimalkan kinerja tubuh sehingga tidak mudah lelah dan juga menjaga suhu tubuh. Air juga bisa menjaga suasana hati agar tetap baik dan fungsi otak bisa berjalan dengan baik sehingga konsentrasi tetap terjaga.

Kurangnya asupan air mineral juga bisa menyebabkan dehidrasi dan salah satu gejala yang sering muncul adalah sakit kepala. Air mineral juga bisa memperlancar pencernaan mencegah sembelit.

Penelitian pada 255 wanita pasca menopause yang secara rutin minum air mineral kalsium tinggi memiliki massa tulang lebih padat daripada mereka yang minum air kalsium rendah. Kemudian, penelitian tentang 70 orang dewasa selama satu minggu dengan tekanan darah tinggi yang rutin minum air mineral 1L per hari mengalami penurunan tekanan darah.

Studi lain terhadap wanita pasca menopause yang secara rutin minum air mineral 0,51L per hari menurunkan kadar LDL dan meningkatkan HDL sehingga kesehatan jantung meningkat.

Penelitian pada 106 orang selama 6 minggu yang rutin minum 500 mL air mineral dengan magnesium dan sulfat tinggi mengalami peningkatan frekuensi buang air besar dan konsistensi feses menjadi lunak sehingga terhindar dari konstipasi.

Anda dapat minum air kemasan selama memastikan keamanan dan kebersihan. Selain praktis, air minum dalam kemasan atau disebut juga air mineral yang dijamin bahkan bisa menyediakan Keuntungan sehat.

Posting Bagaimana Menjaga Air Botol Aman dan Bersih? muncul pertama kali di Hello Sehat.