Arti Swinger, Bertukar Pasangan dengan Risiko Penyakit Menular

Wuling Hongguang X SUV Desain Boxy Konfigurasi 7 Penumpang

Arti Swinger

Arti swinger dicari setelah hari ini. Ini karena kasus yang melibatkan dosen di sebuah perguruan tinggi di Yogyakarta. Dosen baik melecehkan dan membujuknya untuk bertukar mitra untuk memuaskan keinginannya.

Bams, dosen beralasan bahwa ia sedang melakukan penelitian sehingga ia membutuhkan sukarelawan, tetapi pada akhirnya sejumlah perempuan diundang untuk bertukar pasangan.

Baca juga: Apa Arti Fetish Yang Sedang Populer di Twitter ‘Gilang Fetish Jarik Cloth’

Cara melakukan penelitian ini mengingatkan pada kasus Gilang Wrap yang penuh gejolak di Twitter setelah viral load Jarik Fetish.

Seperti Gilang Predator, alih-alih mendiskusikan penelitian yang sedang dikerjakannya, Bams justru asyik menceritakan fantasi-fantasinya terkait dengan praktik pertukaran pemain swinger atau pasangan.

Korban Bams diperkirakan memiliki ratusan orang. Bams seakan tidak ada menyerah mengirim sejumlah pesan melalui media sosial untuk mencari pasangan yang ingin melakukan swinger.

Apa yang dimaksud dengan Swinger?

Swinger berarti aktivitas pertukaran pasangan, di mana seseorang merasakan kepuasan ketika mereka melihat pasangannya bercinta dengan orang lain. Sementara dia juga melakukan hubungan intim dengan beberapa orang yang bercinta dengan istrinya.

Apa yang mendorong swinger untuk berlatih ini? Bisa jadi karena swinger tidak merasa puas dengan pasangannya. Bisa juga karena Anda lelah berhubungan seks dengan pasangan. Ada juga yang melakukannya karena istri mereka kelelahan dan beristirahat setelah melahirkan.

Namun, ada risiko dalam dirinya sendiri jika satu pasangan bertekad untuk berlatih swinger. Penyakit menular menunggu mereka.

Seperti halnya pria gay atau biseksual, swinger heteroseksual memiliki risiko yang sama untuk tertular penyakit menular. Ini dilaporkan dalam laporan penelitian di Belanda.

Praktek swinger membuat pelaku memiliki risiko tinggi terkena herpes, atau infeksi yang disebabkan oleh virus.

Bahkan, mereka juga bisa terinfeksi HIV, virus ganas yang menyebabkan AIDS. HIV menyerang kekebalan tubuh, sehingga seseorang tidak akan bisa melawan infeksi.

Chlamydia adalah penyakit menular lain yang bisa dibawa oleh para pelaku swinger. Chlamydia sering kali menimpa para wanita muda yang melakukan pergaulan bebas.

Meski begitu, pria juga memiliki risiko yang sama terkena klamidia. Jika Anda mendapatkan klamidia, gejalanya terasa nyeri di area genital disertai dengan keluarnya cairan.

Tidak hanya itu, gonore atau gonore juga menunggu para pelaku swinger. Gonore disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae yang menular karena praktik pergantian pasangan.

Penelitian Swinger

Peneliti dari Belanda menerbitkan hasil penelitian mereka terkait dengan swinger di British Medical Journal. Hasil penelitian tersebut mengatakan, praktik swinger lebih berbahaya daripada prostitusi.

Karena praktik swinger lebih berisiko tertular penyakit menular daripada pelaku prostitusi.

Anne Marie Niekamp, ​​seorang peneliti dari Universitas Maastricht yang berpartisipasi dalam penelitian ini, mengatakan bahwa meskipun aktor swinger tidak dapat diprediksi, populasi swinger bisa lebih besar.

Para peneliti memeriksa jumlah kunjungan ke tiga klinik kesehatan di Limburg Selatan dari 2007 hingga 2008.

Dari pengamatan mereka, 50 persen penderita swinger menderita klamidia atau gonore. Kemudian swinger di atas usia 45 tahun juga memiliki risiko lebih tinggi untuk tertular penyakit menular. Ini jika dibandingkan dengan swinger di bawah umur.

Profesor Universitas Washington, H Hunter Handsfield, yang juga berpartisipasi dalam penelitian ini, menekankan bahwa melakukan kontak dengan lebih dari satu orang pada suatu waktu atau secara berurutan dapat menyebabkan penyebaran penyakit menular.

Bahaya Swinger

Karena praktik swinger sering disembunyikan, berbagai penyakit menular seperti gonore, klamidia, HIV-AIDS dan sebagainya tidak teridentifikasi dengan baik.

Banyak aktor tidak menyadari risiko ini. Akibatnya, penyebaran penyakit menular lebih masif pada kelompok yang sadar akan praktik swinger.

Sebuah situs web kencan khusus untuk pemain sayap yang disebut Swinger Date Club memperkirakan ada jutaan pemain sayap di seluruh dunia.

Sayangnya banyak yang tidak terlibat dalam hubungan yang aman. Jarang Anda tahu menggunakan kontrasepsi saat menjalin hubungan. Padahal alat pengaman ini bisa mencegah penularan penyakit melalui hubungan yang tidak aman.

Meski begitu, Dr. Cynthia Krause, asisten profesor kebidanan di New York City, juga mengingatkan bahwa tidak semua penyakit menular dapat dicegah dengan alat pengaman ini.

"Kontrasepsi kurang efektif dalam mencegah infeksi, terutama jika penyebarannya melalui kontak kulit dengan kulit, seperti HVP, kutil kelamin, kanker serviks dan herpes," katanya.

Itulah arti swinger dan risiko penyakit menular yang mungkin diderita oleh para pelaku praktik pertukaran pasangan ini. (NDU / R7 / HR-Online)

Posting The Meaning of Swinger, Swapping Couples yang Beresiko Menular Penyakit muncul pertama kali di Harapan Rakyat Online.