7 Cara Merawat Demensia Lanjut Usia dan Alzheimer

<pre><pre>7 Cara Merawat Demensia Lanjut Usia dan Alzheimer

Demensia merupakan istilah umum untuk penyakit yang menyebabkan penurunan fungsi otak dalam berpikir, mengingat, berkomunikasi dan berperilaku.

Demensia menyerang sebagian besar orang lanjut usia di atas 65 tahun (lansia). Banyak faktor risiko demensia, mulai dari usia, kondisi medis tertentu seperti diabetes, hipertensi, atau obesitas sindrom Down.

Pengobatan demensia saat ini tidak dapat mengobati penyakit tersebut. Obat demensia bertujuan untuk mencegah perkembangan penyakit dan mencegah komplikasi demensia serta meredakan gejala demensia.

Demensia mirip dengan penyakit Alzheimer, keduanya memengaruhi fungsi otak. Dibutuhkan cara khusus untuk merawat lansia Alzheimer atau demensia.

Tantangan Merawat Lansia Penderita Demensia atau Alzheimer

Seluruh keluarga di rumah harus menjadi sistem pendukung untuk penderita demensia atau Alzheimer. Selain memberikan perawatan, penderita juga harus diberikan perawatan dan pendampingan.

Hal ini dilakukan agar para lansia tidak mengalami kecelakaan saat berjalan kaki atau bisa juga untuk mencegah para lansia keluar rumah dan tersesat.

Cukup banyak kasus penderita demensia (ODD) yang keluar rumah dan tidak kembali karena lupa jalan kaki.

Kondisi lupa jalan kaki pulang sehingga tersesat disebut juga dengan pikun. Di Jakarta, ada relawan yang dilatih untuk membantu ODD pulang.

Sukarelawan bisa mengenali ODD dari gelang khusus berupa tanda pengenal yang dipakai lansia. Agar lebih aman dan orang tua tidak tersesat di luar rumah, gunakan perawat kesehatan perawatan rumah.

Rasa lelah dan kepedulian yang berat kepada orang tua dapat diatasi dengan menggunakan jasa perawat perawatan rumah terutama layanan perawat lansia.

Perawat lanjut usia adalah tenaga kesehatan yang tugasnya fokus memberikan asuhan profesional, pendampingan dan asuhan sesuai dengan standar pelayanan kesehatan.

Baca juga: 7 jenis demensia yang paling banyak diderita orang

Cara merawat orang tua penderita demensia atau Alzheimer

Bagaimana caranya pengasuh mengobati demensia pada orang tua? Dalam hal ini dapat dilakukan oleh siapa saja, tidak hanya oleh perawat lansia, tetapi juga oleh anggota keluarga ODD (penderita demensia) di rumah.

Tips ini juga bisa digunakan untuk menghadapi orang tua yang pikun dan keras kepala. Ini karena sebagian besar gejala yang dialami ODD adalah pikun dan sulit dibedakan (membandel).

1. Menciptakan Lingkungan yang Aman dan Nyaman

Beberapa lansia penderita demensia masih dapat melakukan aktivitas seperti berjalan, duduk atau berdiri dengan normal. Oleh karena itu, lingkungan menjadi lebih aman dan nyaman sangat penting dilakukan.

Jika perlu, beri tanda khusus pada area atau sudut ruangan dengan menempelkan kertas berwarna cerah. Selain itu, sediakan bantalan empuk untuk setiap sudut seperti sudut dinding, lemari, meja dan lain sebagainya.

Ini untuk mencegah orang tua membentur tembok atau sudut yang berbahaya. Satu hal lagi yaitu menyamarkan pintu atau selalu mengunci pintu agar para lansia tidak keluar rumah.

2. Buat Lantai Kamar Tidak Licin

Para lansia sangat beresiko terjatuh dan patah tulang, hal ini sangat penting dilakukan agar lantai tidak terlalu licin terutama di kamar mandi.

Selalu temani atau bantu para lansia setiap kali pergi ke kamar mandi. Penting untuk menjadwalkan kapan lansia Anda harus buang air kecil atau besar sehingga Anda dapat menemaninya secara langsung.

3. Menjaga Kebersihan Mulut dan Gigi

Kebersihan mulut dan gigi sangat penting untuk dijaga. Hal ini untuk menghindari masalah seperti bau mulut, sakit gigi, dan lain sebagainya.

Para lansia, terutama penderita demensia atau Alzheimer, wajib mengunjungi dokter gigi setidaknya setiap enam bulan.

4. Kenakan Pakaian Khusus

Beberapa penderita demensia memiliki kecenderungan untuk melepas pakaiannya secara tiba-tiba, baik di dalam maupun di luar ruangan.

Agar hal tersebut tidak terjadi, Anda bisa mengenakan pakaian khusus dengan kancing jepret atau baju kancing punggung.

5. Makan dalam porsi kecil, tapi sering

Kebanyakan lansia, terutama penderita demensia, sering lupa waktu makan. Hal ini terkadang membuat para lansia enggan makan padahal sudah waktunya makan.

Cara mengatasinya adalah dengan menyediakan makanan dalam porsi kecil tapi sering. Hal ini agar lansia merasa lapar dan ingin makan kembali.

6. Buatlah Makanan Khusus

Sebagian besar lansia telah kehilangan sebagian kemampuan mengunyah dan mencerna makanan. Buatlah makanan yang khusus untuk lansia, seperti tidak mengandung gula atau garam berlebih.

Selain itu jadikanlah makanan yang memiliki konsistensi homogen sehingga tidak membuat lansia mengalami tersedak saat makan, seperti sup kental atau jus.

7. Jangan membantah dan memahami GANJIL

Gejala yang sering disebabkan oleh demensia atau penyakit Alzheimer ini membuat penderitanya menjadi lebih sensitif dan mudah tersinggung, bahkan terkadang dapat bertindak kasar baik secara verbal maupun dalam tindakan.

Cara menghadapi orang tua yang pikun dan keras kepala bisa menggunakan teknik validasi atau tidak membantah apa yang diucapkan dan memahami emosi penderitanya.

Selain teknik validasi, ada juga teknik pengalihan atau cara mengalihkan ODD, terutama saat mereka sedang marah.

Spanduk layanan perawatan rumah dari mhomecare
MHomecare adalah satu-satunya perusahaan home care care di Indonesia yang menjamin 100% seluruh tenaga kesehatan adalah perawat. Ada layanan home care utama seperti Lulusan Perawat S1 + STR, Bantuan Perawat untuk Lansia dan Bidan atau Perawat Bayi. Dapatkan penawaran menarik khusus untuk pembaca artikel ini, pesan sekarang juga!

Baca juga:

  • 5 Vitamin Untuk Mencegah Demensia dan Alzheimer
  • Kenali 5 Obat Alzheimer Terbaik dan Efek Sampingnya
  • 7 Tahapan Penyakit Alzheimer, Nomor 1 Tidak Dikenal

Pesan Perawat & Bidan Online

Dapatkan pelayanan kesehatan oleh perawat, bidan, pengasuh yang profesional, berlisensi dan berpengalaman dengan semangat pelayanan terbaik dan selalu siap merawat orang yang anda cintai seperti keluarga anda sendiri.

Pos 7 Cara Merawat Orang Tua Demensia dan Alzheimer muncul pertama kali di MHomecare.